Kisah Nyata, Diet Ekstrim Demi Sang Suami, Wanita Ini Nyaris Mati Dengan Berat 18 Kg

0
669
Rachael Farrokh
Rachael Farrokh

Sahabat oranyenews, tentu saja setiap wanita ingin tampil cantik memukau. Tak heran, banyak yang begitu khawatir terhadap kegemukan atau obesitas, sebagian bahkan terobsesi hingga terserang penyakit ‘mental’.

Adalah Rachael Farrokh, wanita berusia 38 tahun ini pernah mengalami Anorexia Nervosa (gangguan kejiwaan pada wanita yang terlalu takut terhadap obesitas). Dengan tinggi sekitar 1,63 meter, ia berbobot tak lebih dari 18 kg.

Rachael Farrokh
Rachael Farrokh

Beberapa tahun sebelumnya, Rachel adalah wanita bertubuh sehat, ia bahkan merupakan salah satu artis di negara asalnya, California. Namun, ketakutan terhadap obesitas membuatnya mengalami gangguan mental parah sehingga ia melakukan puasa dan diet ekstrim. Tubuhnya bahkan tersisa tulang berbalut kulit.

Suaminya, Rod Edmondson akhirnya memutuskan berhenti bekerja agar bisa merawatnya secara total. Karena anoreksia parah yang diderita Rachel, ia sama sekali tak lagi bisa berjalan atau melakukan aktivitas apapun seorang diri.

Berkat cinta dan kesabaran suaminya, Rachel bertahan hidup dan berjuang untuk sembuh. Namun,karena kondisinya yang sangat parah ia memerlukan banyak biaya untuk perawatan di rumah sakit Amerika.

Rachel kemudian mengunggah sebuah video ke kanal youtube untuk meminta bantuan kepada para netizen.

“Hanya ada satu rumah sakit yang bisa merawatku di negara ini. Dan peluangku sangat tipis. Kami membutuhkan uluran tangan anda semua,” ucapnya dalam video yang berjudul ‘Road to Recovery’ tersebut.

Tanpa diduga, unggahannya menarik begitu banyak kepedulian dari seluruh penjuru dunia. Dalam waktu singkat terkumpul dana sebesar $200.000. Berbekal dana tersebut, Rachel didampingi suaminya yang setia menjalani perawatan. Tidak hanya fisik tapi juga psikis.

Saat ini Rachael mengalami pemulihan luar biasa dalam mengembalikan berat normalnya. Pun demikian, Rachel masih harus berjuang dengan osteoporosis dan gangguan jantung yang merupakan akibat anoreksia yang dideritanya. Belum lagi perawatan jangka panjang atas kesehatan mentalnya.

Rachel mengucapkan terima kasih pada seluruh dermawan yang mengulurkan tangan membantunya. Ia pun memilih untuk menjadi aktivis sosial, untuk meningkatkan kesadaran tentang Anorexia Nervosa.

Rachael Farrokh
Rachael Farrokh

Rachel bukan satu-satunya wanita yang mengalami hal serupa. Tentu banyak sekali wanita di dunia ini yang memiliki dorongan untuk menurunkan berat badannya. Dan mungkin saja di antara mereka ada yang berakhir seperti Rachel, ketakutan ketika mengkonsumsi makanan.

Tentu, orang-orang yang melabeli kecantikan dengan tubuh langsing turut mengambil bagian dari semua peristiwa ini. Tapi, tentu saja masalah terbesar bukanlah bagaimana orang lain memandang diri kita, namun bagaimana kita menghargai diri kita sendiri.

Sungguh, setiap wanita terlahir cantik dengan ‘cara’nya masing-masing. Ketimbang menyakiti diri sendiri dengan berusaha mempercantik fisik dengan cara berlebihan, mungkin sudah saatnya kita menggali potensi diri dan kebaikan, hingga cantikmu terpancar dari dalam hati.

Demikian sahabat, semoga menginspirasi!

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here