Perjuangan Heroiknya Ginting Hingga Alasan Kevin Ledek Ganda China di Final Bulutangkis

0
267
Perjuangan Heroik Ginting
Perjuangan Heroik Ginting di Final Asian Games Bulutangkis

Final badminton beregu putra antara Indonesia melawan China harus berakhir dengan kekecewaan setelah Indonesia harus puas kalah dari China dengan skor 1-3. Poin China diraih dari kemenangan mereka atas Antonio Ginting, Jonathan Christie, dan pasangan Fajar/Rian. Sedangkan poin Indonesia diraih oleh kemenangan pasangan ganda nomor 1 dunia, Marcus/Kevin.

Namun China tidak pernah meraih kemenangan dengan jalan yang mudah. Poin yang mereka raih selalu didapat dari pertandingan rubber set.

Kemenangan pertama China didapat kala melawan Anthony Ginting. Dipaksa bermain rubber set, ginting harus menyerah usai kaki nya mengalami cedera diujung laga. Meskipun ia sudah unggul 19-18, namun cedera kaki nya mengubah semuanya. Ginting kesulitan berlari bahkan terlihat memaksakan diri demi Indonesia. Aksi heroik Ginting memang patut diacungi jempol dan banyak apresiasi.

Ginting cedera di akhir laga
Ginting cedera di akhir laga
Aksi simpati pemain China melihat Ginting
Aksi simpati pemain China melihat Ginting

Indonesia sempat menyamakan kedudukan lewat pasangan ganda putra, Marcus/Kevin. Pasangan nomor 1 dunia ini bahkan menyelesaikan laga lewat 2 set langsung. Namun ada yang menarik di akhir laga, yaitu ketika Kevin memperlihatkan selebrasi yang meledek pasangan China.

Ditemui usai pertandingan, rupanya alasan Kevin melakukan “ledekan” tersebut adalah karena selama pertandingan, pasangan China melakukan aksi teriakan yang berlebihan dan dinilai kevin sebagai aksi yang “nyolot”.

Selebrasi tengil Kevin usai laga dan menyamakan kedudukan
Selebrasi tengil Kevin usai laga dan menyamakan kedudukan

“Dia selalu teriak dan melihat ke saya, ya, maksudnya (dia) itu apa? Saya coba mau dengerin aja. Itu bukan maksud (saya) untuk memancing. Dia duluan yang teriak-teriak ke arah saya. Teriaknya nyolot,” kata Kevin di Mix Zone, (22/080.

Maka dari itu di akhir laga ia menunjukkan selebrasi bahwa ia seolah ingin mendengar lagi “teriakan nyolot” tersebut.

Namun Indonesia kembali harus kalah melalui rubber set ketika pemain tunggal, Jonatan Christie, serta pasangan ganda putra, Fajar/Rian, juga harus mati-matian melawan pemain China yang memiliki lebih banyak pengalaman.

Fajar/Rian gagal menyamakan kedudukan
Fajar/Rian gagal menyamakan kedudukan

Jonathan Christie melawan Chen Long yang sudah senior, sedangkan Fajar/Rian selaku pasangan baru juga harus melawan pasangan senior China, Zhang Nan/Liu Chen.

Hasil ini membuat Indonesia terpaksa hanya meraih medali perak, sedangkan China yang kembali menambah pundi-pundi emas nya di Asian Games tahun ini. Hasil ini sekaligus juga menambah puasa emas beregu putra selama 20 tahun di Asian Games.

Meskipun begitu, perjuangan para atlet badminton sangat patut diapresiasi. Sepanjang pertandingan memang para pemain menunjukkan tekad yang kuat ingin meraih hasil yang terbaik untuk bangsa Indonesia. Namun takdir masih berkata lain.

Kini harapan masih ada di sektor individu, dimana pemain yang berlaga di beregu putra juga akan turun di nomor individu, salah satunya Antonio Ginting dan Jonathan Christie. Meskipun di pertandingan mereka terlihat mengalami cidera, namun keduanya mengaku siap turun di nomor individu.

Semangat, Indonesia!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here