Mesut Oezil Pensiun dari Timnas Jerman, Ini Penyebabnya

0
72

ORANYENEWS- Kabar mengejutkan datang dari bintang Timnas Jerman, Mesut Oezil. Pemain yang masih berusia 29 tahun ini memutuskan pensiun sebagai timnas Jerman. Lalu penyebabnya?

Pengumuman mengejutkan itu dilakukan Oezil tidak lama setelah dirinya buka suara terkait pertemuannya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebelum gelaran Piala Dunia 2018.

Bersama dengan rekan setim sekaligus pemain berdarah Turki lain, Ilkay Guendogan, keduanya juga sempat foto bersama dengan sang presiden. Peristiwa itu membuat Oezil dan Guendogan dikritik fans timnas Jerman.

Belakangan, gelandang Arsenal itu mengaku tidak menyesal pertemuannya dengan Erdogan.

Ozil memutuskan untuk pensiun juga dilatarbelakangi oleh kritik tajam setelah Jerman tersingkir di fase grup Piala Dunia. Setelah kalah, gelandang Arsenal ini dijadikan kambing hitam atas hasil mengecewakan itu.

Oezil mundur dari sepakbola internasional setelah membuat 92 caps dengan sumbangan 23 gol dan 33 assist. Mantan penggawa Real Madrid itu merupakan pemain penting Die Mannschaft saat menjuarai Piala Dunia 2014 dan menjadi starter di 27 dalam 28 pertandingan Jerman di turnamen-turnamen utama.

“Perlakuan yang kuterima dari DFB dan banyak pihak lainnya membuatku tidak ingin lagi mengenakan kaus timnas Jerman,” kata Oezil dalam pernyataan resmi, yang disitat dari Independent

“Aku merasa tidak diinginkan dan berpikir bahwa apa yang sudah dicapai sejak debut internasional kepada 2009 sudah dilupakan.”

“Dengan berat hati dan pertimbangan matang, aku tidak akan lagi bermain untuk Jerman di level internasional karena aku merasa mendapat perlakuan rasisme dan tidak dihormati. Dulunya aku merasa sangat bangga dan gembira mengenakan kaus Jerman, tapi sekarang tidak lagi.”

“Keputusan ini sangat sulit dibuat karena aku selalu memberikan segalanya untuk rekan-rekan setimku, staf pelatih, dan orang-orang Jerman yang baik. Tapi ketika petinggi-petinggi DFB melakukan apa yang sudah mereka lakukan kepadaku, tidak menghormati asal-usulku dari Turki, dan secara egois mengubahku menjadi propaganda politik, maka sudah cukup.”

“Itu bukan alasanku bermain sepakbola, dan aku tidak akan diam saja. Rasisme seharusnya tidak pernah diterima,” Ozil menutup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here