Strategi Prancis Ini Penyebab Belgia Tersingkir

0
247

ORANYENEWS- Belgia terpaksa harus tersingkir dan tidak melaju ke final setelah menerima kekalahan dari Prancis 1-0 dalam pertandingan tadi malam, Rabu 11 Juli 2018. Kekecewaan pun membuncah, padahal permainan Belgia cukup apik, lalu apa yang menyebabkn mereka kalah?

Thibaut Courtois kiper Belgia mengaku geregetan dengan strategi permainan yang diterapkan pelatih Prancis, Didier Deschamps, kepada Les Bleus –julukan Timnas Prancis. Courtois menilai strategi anti-football (anti sepakbola) yang dipraktekkan Prancis tadi malam menyebabkan Belgia gagal meraih kemenangan di laga semifinal tersebut.

Malam tadi Prancis memang memainkan strategi menunggu dan bertahan ketimbang tampil menyerang di laga tersebut. Makanya sepanjang pertandingan, Paul Pogba dan kawan-kawan lebih banyak diserang ketimbang melakukan serangan yang bertubi-tubi. Permainan bertahan itu yang membuat Belgia frustasi karena gagal menciptakan gol  di laga tersebut.

“Prancis memainkan strategi anti-football. Itu memang hak mereka untuk bermain dengan cara seperti itu, terlebih lagi karena mereka tahu bahwa kami sulit untuk menghadapi taktik seperti itu. Akan tetapi, permainan seperti itu tidak menyenangkan untuk disaksikan,” ungkap Courtois, disitat dari Four Four Two, Rabu (11/7/2018).

“Permainan yang mereka mainkan tidak lebih baik dari kami. Mereka memang bertahan dengan sangat baik, namun hanya sebatas itu saja. Hasil pertandingan ditentukan oleh detil laga,” sambung pemain Chelsea itu.

Kalah dari Prancis, yang tersisa dari Belgia hanya kursi ketiga, itu pun harus menaklukkan tim yang kalah antara Kroasia atau Inggris yang akan berlaga nanti malam.

Martine Kecewa
Sang pelatih pun kecewa dengan hasil kekalahan tipis tersebut. Menurut Martinez, Belgia seharusnya dapat terus melaju hingga ke final Piala Dunia 2018, namun apa daya. Kini, tim berjuluk The Red Devils itu hanya dapat berharap dapat memenangkan pertandingan perebutan juara ketiga di kompetisi sepakbola empat tahunan tersebut.

“Kekecewaan saya sangat besar. Hal itu bukan tentang memiliki kompetisi yang bagus dan berada di empat besar, melainkan mencoba untuk menjuarainya. Saat ini di ruang ganti kami terasa sangat sedih,” ujar Martinez, disitat dari Sportsmole.

“Timnas Prancis sudah terbiasa untuk menghadapi laga-laga besar seperti semifinal Piala Dunia, namun kami masih bisa mengatasinya dengan sangat baik. Kami menginginkan bermain di tujuh pertandingan dan akhirnya kami melakukannya. Para pemain sebenarnya layak untuk dapat mengakhiri kompetisi ke tingkatan yang lebih tinggi,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here