Andrés Iniesta Menangis Berpisah dengan Barcelona Setelah 22 Tahun

0
223

ORANYENEWS- Andrés Iniesta menangis pada hari pertamanya bergabung dengan FC Barcelona dan kembali meneteskan air mata 22 tahun kemudian pada saat ia mengumumkan keputusannya untuk pensiun. Sepanjang 22 tahun perjalanannya membela Barça, Don
Andrés telah merasakan manisnya pengalaman memenangkan hampir semua piala utama yang ada di dunia sepak bola.

Piala yang Berlimpah Karir sang maestro lini tengah ini di Camp Nou akan berakhir saat Barcelona menjamu Real Sociedad di akhir pekan nanti (21/5 pukul 01.45 WIB). El Cerebro akan berpisah setelah
meraih sembilan medali LaLiga yang luar biasa, ditambah dengan enam kemenangan Copa del Rey, tujuh piala Super Cup Spanyol, empat kemenangan di Liga Champions, tiga piala UEFA Super Cup, serta tiga gelar Piala Dunia. Bahkan dalam dua kesempatan berbeda di satu musim yang sama, Iniesta juga memenangkan treble, sebuah pencapaian yang langka di pertandingan LaLiga, Copa del Rey, dan gelar Eropa.

 

Dari Pemuda Ajaib Hingga Legenda Klub dan Negara

Andreas Iniesta, pensiun dari Barcelona. (foto: LaLiga)

Dari awal bergabung, Barcelona selalu memiliki harapan yang tinggi terhadap pemuda asal Albacete ini, sebuah provinsi di pedalaman Spanyol. Barça juga membuat beberapa pengecualian aturan untuk memindahkan Iniesta dari kota asalnya ke akademi muda Barcelona pada tahun 1996. La Masia, akademi terkemuka di dunia milik Barcelona,
biasanya hanya menerima anak-anak berusia 14 tahun atau lebih, tetapi Iniesta diterima di akademi ini meskipun ia masih berusia 12 tahun karena potensinya yang luar biasa.

Kepiawaian Iniesta dalam menggocek bola sukses membuat para pelatih di akademi ini terkejut dan terpana. Dengan kemampuannya, karir Iniesta melesat di jajaran pemain sepak
bola muda, sehingga mengantarkannya untuk melakukan debut profesional pada tahun 2002

ketika ia berusia 18 tahun di bawah bimbingan Louis van Gaal, sebelum bergabung dengan tim inti di tahun-tahun berikutnya. Don Andrés memiliki kerja sama tim yang sangat dahsyat bersama legenda Barça lainnya, Xavi Hernández, dan saat Pep Guardiola – dengan strategi
possession-based yang sangat cocok dengan Iniesta – bergabung dengan Barcelona sebagai
pelatih pada tahun 2008, Iniesta sudah menjadi anggota tim ini yang tak tergantikan.

Tak hanya mengukir prestasi di Barcelona, El Cerebro juga banyak berkontribusi di laga sepak
bola tingkat internasional bersama Tim Nasional Spanyol. Iniesta telah memenangkan hampir semua pertandingan yang bisa dimenangkan, termasuk dua Liga Champions Eropa (2008 & 2012) dan Piala Dunia 2010 yang sangat berkesan karena ia berhasil mencetak gol kemenangan pada saat perpanjangan waktu ketika melawan Belanda di babak final.

Dengan kecerdasannya yang konsisten dalam melihat peluang, ia mendapatkan peringkat kedua di
Ballon d’Or 2010, penghargaan untuk pemain sepak bola terbaik di dunia, pada tahun 2010 dan meraih peringkat ketiga pada tahun 2012.

Dihargai di Setiap Stadion Tempat Ia Bermain Iniesta tidak hanya dikenang untuk penghargaan dan piala yang diraihnya saja. Penonton
selalu tertarik untuk menyaksikan gocekan Iniesta ketika sedang berlaga, ia juga merupakan
seorang gelandang tengah yang elegan yang pernah dijumpai dalam beberapa dekade terakhir. Sikapnya yang rendah hati dan penuh hormat, membuat Iniesta dicintai dan dihargai, tidak hanya oleh fans Barça namun juga para pendukung klub di seluruh negeri. Don Andrés mungkin satu-satunya pemain yang disambut dengan tepuk tangan meriah di setiap stadion tempat ia bertanding, termasuk juga di markas Real Madrid dan Espanyol, saingan terbesar Barça di seluruh Eropa.

Di Espanyol, memori yang akan selalu dikenang yaitu ketika ia
memberikan penghormatan yang sangat mengharukan bagi mantan kapten dan teman dekatnya, Daniel Jarque, yang meninggal secara tragis pada usia 26 tahun di tahun 2009.

Gol kemenangan yang digawangkan Iniesta pada Piala Dunia 2010 juga tidak akan pernah bisa
dilupakan.

“Saya tahu bahwa dalam waktu dekat ini, mungkin saya tidak dapat memberikan performa yang terbaik, baik secara fisik maupun mental,” ujar Iniesta ketika ia mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan Barcelona. Seorang legenda yang sangat berbakat di dalam dan di luar lapangan, Andrés Iniesta, akan meninggalkan klub dengan reputasi yang mengagumkan. El Cerebro sungguh akan dirindukan di LaLiga.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here