Difitnah tentang Adzan, Hasto Imbau Kader & Simpatisan PDIP Tetap Senyum

0
91

ORANYENEWS- Di tengah berlangsungnya tahapan Pilkada Serentak 2018, PDI Perjuangan mendapatkan serangan fitnah di media sosial secara massif. Kali ini PDIP difitnah meminta pemerintah untuk meniadakan suara azan.,

Dalam sebuah tautan artikel yang disebarkan di sosial Facebook, Megawati disebut meminta pemerintah meniadakan azan di masjid karena suaranya berisik. Atas Fitnah yang menyerang Megawati, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto meminta kader menahan diri.

“Seluruh simpatisan, anggota dan kader Partai agar tetap tersenyum menghadapi berbagai serangan. Hal-hal yang menyentuh martabat dan kehormatan partai kita selesaikan melalui jalan hukum,” kata Hasto di Jakarta.

Hasto mengingatkab saat kantor partai diserang tahun 1997 lalu dan PDIP tidak bisa ikut pemilu pun, partai menempuh jalan hukum dan selalu menggunakan akal sehat. “Atas pertimbangan nurani yang bening, guna menegaskan jalan politik Partai yang menjiwai ideologi bangsa, yaitu Pancasila,” kata Hasto.

Menurutnya, berbagai serangan negatif tersebut harus mampu diubah menjadi energi positif untuk terus melakukan perbaikan ke dalam dan keluar, sehingga partai semakin hadir di tengah rakyat.

Hasto melanjutkan bahwa semangat untuk terus berjuang mewujudkan politik yang beradab terus disampaikan Megawati Soekarnoputri meski beliau terus menerus diserang dan difitnah, termasuk fitnah soal larangan azan baru-baru ini.

“Ibu Megawati selalu diam menghadapi berbagai serangan tersebut. Namun diamnya Ibu Megawati sebenarnya disertai keprihatinan yang mendalam, bahwa martabat kita sebagai bangsa, mengalami kemunduran. Kita seharusnya terus menerus berjuang, agar nilai-nilai Ketuhanan, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, musyawarah, dan perjuangan mewujudkan masyarakat adil dan makmur menjadi dasar dan kultur bangsa Indonesia,” ujarnya.

Kepada pihak-pihak yang terus mengajarkan kebencian, lanjut Hasto justru harus disadarkan, dan ini menjadi tanggung jawab bersama, penyadarkn dilakukan melalui proses hukum yang berkeadilan.

“Karena itulah setiap anggota dan kader Partai harus berdisiplin berbicara, berpikir positif dan terus menunjukkan tradisi politik yang membangun peradaban,” pungkasnya.

Diketahui, belum lama ini muncuk sebuah fan page PKI di Facebook.  Fan Page yang beralamat di fb.com/PKI-357421738059717 dan baru berumur beberapa hari itu banyaj nemposting tulisan/artikel hoax dari blog-blog clickbait.

Berikut sejumlah blog yang menuliskan artikel hoax dan disebarkan Fan Page PKI, antara lain: med1a-terpercaya.blogspot.com, international-news-today.blogspot.com, dan seputar-berita-indonesia.blogspot.com.

Mereka menulis artikel mirip seperti berita, tapi sebagaimana ciri khas tulisan clickbait, judul tidak mencerminkan isi tulisan. Foto di berita tersebut juga tidak berkaitan dengan aktivitas komunisme di Indonesia.

Contoh blog med1a-terpercaya. Blog yang dibuat menyerupai portal berita Media Indonesia tersebut menuliskan judul tulisan, “Megawati Minta Pemerintah Tiadakan Adzan Di Masjid, Karna Suaranya Berisik”.

Oleh fan page PKI, link itu disebarkan dan ditambahi komentar, “Islam Harus Dihancurkan Di Indonesia Biar Tahu Rasa”.

Dalam tulisan yang dibuat blog med1a-terpercaya itu, tak ada komentar Megawati. Yang ada komentar politikus PDIP Eva Sundari atas kerusuhan di Tanjung Balai, Sumatera Utara, 2016 silam. Ketika itu memang meletus kerusuhan SARA

Kemudian, kinibdiakses, fans page ‘PKI’ dan link berita yang dibagikan sudah tidak ada lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here