Tak Kompromi dengan Korupsi, PDIP Pecat dan Cabut Dukungan Marianus Sae

0
18
Sekjen PDIP Hasto Kristanto.

ORANYENEWS- PDI Perjuangan tidak mau kompromi dan mentoleransi korupsi. Setelah tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), PDIP bergerak cepat dengan memecat Bupati Ngada Marianus Sae sebagai kader dan mencabut dukungan kepadanya sebagai calon gubernur NTT.

Demikian disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam rilisnya, Senin 12 Februari 2018.

“PDI Perjuangan sebagai pengusung cagub Marianus Sae yang tertangkap tangan KPK menegaskan sikapnya untuk konsisten dan tidak mentolerir korupsi,” katanya.

Marinus Sae-Emiliana Nomleni (foto: Ist)

Menurut Hasto, Partainya berulang kali mengingatkan secara tegas bahwa siapapun yg melakukan tindak pidana korupsi akan dipecat, namun masih saja pelanggaran terjadi.

“Banyak  yang mengambil jalan pintas korupsi untuk membiaya pilkada langsung. PDI Perjuangan selalu mengedepankan strategi gotong royong seluruh mesin politik Partai dengan harapan  biaya politik bisa di tekan, dan meringankan beban calon. Namun hal tersebut tetap saja terjadi”

Hasto menegaskan bahwa Partainya tidak pernah bosan mengingatkan agar kekuasaan harus diabdikan utk rakyat; bahwa kekuasaan tidak boleh dipakai utk korupsi. Dengan pencabutan dukungan terhadap Marianus Sae, maka Emiliana Nomleni menjadi representasi PDI Perjuangan, mengingat berdasarkan ketentuan undang undang, penggantian pencalonan Marianus Sae sudah tidak bisa dilakukan.

Hasto Kristiyanto sendiri sangat menyesalkan kejadian tsb, dan berjanji utk secepatnya memproses pelanggaran disiplin berat tsb. “Saya baru pulang dari konsolidasi di NTT selama 3 hari, dan selama saya di NTT, Marianus Sae kelilling ke kampung kampung dengan trail, dan tidak pernah sekalipun hadir dalam acara konsolidasi tersebut”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here