Pasca Insiden, Hari Ini Akses Publik ke Tower II BEI Dibuka Kembali

0
37
Bursa Efek Indonesia (BEI) (foto: Ist)

ORANYENEWS– Mulai hari ini akses publik kepada Tower II Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka kembali, setelah ditutup selama sepekan setelah runtuhnya selasar Tower II BEI dan mengakibatkan puluhan orang terluka.

“Akses publik ke Tower II akan dibuka kembali pada Rabu, 24 Januari 2018, agar para penghuni gedung dapat melanjutkan operasional bisnis mereka,” ujar Farida Riyadi, Direktur Manajemen Properti &Fasilitas, PT Cushman & Wakefield Indonesia, dalam rilis yang diterima Oranyenews, Selasa 23 Januari 2018.

Untuk memastikan kelanjutan dari operasional bisnis, telah disediakan koridor akses yang aman di lantai dasar tower yang terkena dampak dari insiden. Selain itu, akses masuk dan pemeriksaan keamanan dari Tower II telah direlokasi ke aula utama gedung.

PT First Jakarta International, pemilik Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Cushman & Wakefield, pengelola Gedung BEI hari ini mengungkapkan bahwa mereka terus berupaya untuk memberikan bantuan perawatan medis dari para korban terluka termasuk keperluan-keperluan pasca perawatan serta dukungan logistik bagi keluarga mereka yang diakibatkan insiden pada15 Januari lalu.

Baca Juga: CCTV Ungkap Penyebab Runtuhnya Selasar BEI

Penyebab dari kejadian ini masih masih dalam proses investigasi oleh pihak kepolisian. Pemilik dan pengelola gedung terus bekerjasama sepenuhnya dengan pihak kepolisian untuk proses penyelidikan.

Yoseph Aribawa, DirekturPT First Jakarta International, menyampaikan bahwa seluruh keluarga besar manajemen PT First Jakarta International, pemilik Gedung Bursa Efek Indonesia dan PT Cushman & Wakefield Indonesia, pengelola Gedung BEI menyampaikan turut prihatin sedalam-dalamnya atas kejadian musibah yang terjadi di Gedung Tower II BEI pada Senin, 15 Januari 2018.

“Kami juga ingin menyampaikan permohonan maaf, terutama kepada para korban terluka, seluruh penghuni gedung, dan masyarakat umum, atas ketidaknyamanan dari akibat insiden tersebut. Kami berkomitmen untuk memfasilitasi perawatan medis dari korban terluka. Kami juga terus bekerjasama sepenuhnya dengan pihak kepolisian untuk proses penyelidikan. Dan kami akan terus melakukan yang terbaik untuk keamanan dan kelancaran dari pemulihan operasional dari fasilitas gedung serta seluruh layanannya,” kata Yoseph Aribawa.

Fokus dan prioritas utama PT First Jakarta International dan PT Cushman & Wakefield saat ini adalah senantiasa memastikan keamanan dan keselamatan seluruh individu, para penghuni gedung, pekerja, dan pengunjung yang berada di area fasilitas gedung. Manajemen telah melakukan berbagai tindakan penting untuk melanjutkan pemulihan operasional gedung, yaitu menyelesaikan inspeksi terhadap semua sistem bangunan penting serta mendapat persetujuan dari para konsultan eksternal terkait. Selain itu, sebagai langkah pencegahan seluruh struktur mezzanine di area lobi telah dilengkapi dengan dukungan struktural tambahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here