Purbalingga Beri Beasiswa Kuliah Kedokteran Bagi Warganya

0
39
Wakil Rektor UGM Bidang Kerja Sama dan Alumni, Dr. Paripurna, S.H., M.Hum, LL.M, saat menerima kunjungan Bupati Purbalingga, Tasdi, S.H., M.H. (foto: humas UGM)

ORANYENEWS, Yogyakarta- Universitas Gajah Mada menyambut baik kerjasama dengan Pemkab Purbalingga, khususnya rencana program pemberian beasiswa kedokteran.

Hal ini disampaikan Wakil Rektor UGM Bidang Kerja Sama dan Alumni, Dr. Paripurna, S.H., M.Hum, LL.M,  saat menerima kunjungan Bupati Purbalingga, Tasdi, S.H., M.H. di ruang tamu rektor UGM, Selasa 16 Januari 2018.

Paripurna mengatakan, untuk mewujudkan program tersebut dapat dilakukan baik melalui jalur penerimaan mahasiswa secara reguler maupun melalui jalur kemitraan. Khusus untuk program studi (prodi) kedokteran, calon mahasiswa harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dan dapat bersaing dengan ribuan calon lainnya.

Paripurna menambahkan ke depan kerja sama ini akan ditindaklanjuti dengan mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Purbalingga dengan Rektor UGM. Dengan demikian nantinya bisa ditempuh program kemitraan yang bisa memungkinkan putra-putri dari Purbalingga untuk studi di UGM.

Sementara itu, Bupati Purbalingga, Tasdi, menuturkan mulai 2018 ini Pemkab Purbalingga memprogramkan pemberian beasiswa bagi 36 warga Purbalingga lulusan SMA untuk melanjutkan kuliah di Fakultas Kedokteran.

Kuota beasiswa sebanyak 36 itu terdiri dari calon penerima dari keluarga kurang mampu sebanyak 18 orang dan dari umum juga 18 orang. Setelah menyelesaikan studi mereka akan ditempatkan sebagai dokter di wilayahnya masing-masing.

“Harapannya 5 sampai 10 tahun mendatang setiap desa di Purbalingga terdapat satu dokter atau one village one doctor tercapai,” kata Tasdi.

Bupati juga mengungkapkan progam beasiswa kedokteran selain untuk mengatasi kekurangan tenaga dokter di Purbalingga, juga menjadi investasi jangka panjang pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang kesehatan.

“IPM (Indek Pembangunan Manusia) Purbalingga masih berada di posisi 27 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kita berharap program ini menjadi salah satu solusi meningkatkan IPM,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here