Drama ‘Tiang Listrik’ & ‘Benjol Bakpao’ Terbongkar, Pengacara & Dokter Setnov Jadi Tersangka

0
138
Setya Novanto di KPK

ORANYENEWS- Kejanggalan cerita ‘tiang listrik‘ dan ‘benjol bakpaoSetya Novanto akhirnya terbongkar juga,  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menengarai adanya rekayasa dalam peristiwa tersebut.

Lembaga antirasuah akhirnya menetapkan pengacara Fredrich Yunadi dan dokter dari RS Permata Hijau Dr.H.Bimanesh Sutarjo, SpPD sebagai tersangka karena kedua diduga berkomplot melindungi tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto dan menghalangi penyelidikan KPK.

Baca Juga: Ini Penampakan ‘Bakpao’ di Wajah Setnov

Hasil penyelidikan KPK ditemukan bahwa Fredrich Yunadi sudah menghubungi Dr.H.Bimanesh Sutarjo, SpPD, dokter RS Permata Hijau,  bahwa Setya Novanto akan dirawat pukul 21.00 WIB, komunikasi terjadi sebelum terjadinya kecelakaan. Padahal, kata KPK,  belum diketahii saat itu Setnov sakit apa.

Kemudian, Fredrich Yunadi, meminta kamar VIP dan mem-booking satu lantai tempat Setya Novanto dirawat. Tak hanya sampai di situ, dokter Bimanesh Sutarjo juga membantu Fredrich dan Setnov dengan memanipulasi data medis. Bahkan, Setnov yang disebut mengalami kecelakaan tidak sampai menyentuh UGD rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama, akan tetapi langsung masuk kamar VIP.

Baca Juga: ‘Bakpao’ di Wajah Setnov Hilang, Kemana Perginya?

“FY dan BST diduga bekerja sama untuk memasukkan tersangka SN ke rumah sakit untuk dilakukan rawat inap dengan data medis yang diduga dimanipulasi sedemikian rupa,” ungkap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu 10 Januari 2018.

Bahkan, Setnov yang disebut mengalami kecelakaan lalu lintas tidak dibawa ke IGD rumah sakit sesuai prosedur, malah langsing dibawa ke ruang rawat VIP.

Komisi Pemberntasan Korupsi (KPK) menduga keduanya bekerja sama agar Novanto bisa menghindari panggilan dan pemeriksaan penyidik KPK.

Fredrich dan Bimanesh sudah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya diduga melakukan tindak pidana mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan kasus e-KTP dengan tersangka Setya Novanto.

Keduanya disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here