The Power of Emak, Kisah Perjuangan Janda Cantik Jadi Sopir Truk Cabai

0
186
Nur Fatmawati (foto: facebook)

ORANYENEWS- Sopir truk selama ini identik dengan pria yang kuat dan tahan banting, karena harus menempuh perjalanan jauh dan tidak mudah. Tapi, ternyata ada juga wanita tangguh yang sanggup menjalani profesi tersebut, dia adalah seorang janda cantik bernama Nur Fatmawati.

Janda cantik berusia 32 tahun itu adalah warga Dusun Indah RT 003, RW 004, Rowo Indah Ajung Jember. Dia mengaku sudah dua tahun ini menjalani profesinya sebagai sopir truk cabe. Padahal seorang truk cabe haruslah sopir yang tangguh dengan kecepatan dan ketepatan waktu, jika tidak maka cabai yang dibawa bisa membusuk.

Nur Fatmawati (foto: facebook)

Kilas balik kehidupannya, Nur mengaku sejak bercerai dengan suaminya kehidupannya langsung kalang kabut dalam membuat dapurnya tetap ngebul. Apalagi, dia sudah dikaruniai dua orang putra dari pernikahannya tersebut.

Kemudian, sejak mengenal orang Blitar yang juga seorang sopir cabe, Nur Fatmawati mulai mengenal seluk beluk tentang truk.

Diceritakan di FB YuniRusmini, Demi menghidup kedua anaknya, dia pun rela belajar menyopir truk pengakut cabe. Hujan dan panas di jalan raya dia lalui. Dia mengaku banyak suka duka dia alami di sepanjang perjalanan. Tidak hanya jarak pendek, jarak jauh pun dia terima demi sesuap nasi.

Dia bercerita bagaimana mengangkut cabe dari Banyuwangi ke Situbondo, pernah suatu ketika dia merasakan sedih saat harus ganti ban di tengah jalan. Ditambah lagi, jika di tengah jalan uangnya menipis, dia juga harus berhemat makan di jalut, khawatir uang untuk solar tidak dapat dia penuhi.

Beruntung sesama truk di jalan merasa senasib sepenanggungan. Mereka di tengah jalan kerap kali saling membantu, meringankan beban di perjalanan.

Nur Fatmawati (foto; facebook)

Cerita lainnya, dia pernah membawa cabe tidak dibayar karena tidak dapat tiba tepat waktu. Makanya, dia harus tetap berhati-hati, memenuhi kecepatan tapi juga menjaga keamanan dirinya yang kerap kali nyawalah menjadi taruhannya.

Meski bekerja sebagai sopir truk dia merasa bangga, karena pekerjaannya membantu pecinta kuliner penyuka pedas.

Sepanjang tugasnya, dia pernah menempuh jarak yang cukup jauh, seperti dari Jember ke Mataram, Jember ke Jakarta, dan Jember ke Jambi, juga Palembang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here