Pembeli Diminta Lepas Jilbab, McDonalds Diserbu Hijabers

0
62
Protes hijabers (foto: Social Workers)

ORANYENEWS- Sebuah video viral di media sosial membuat banyak pihak marah, terutama wanita muslimah. Pasalnya, seorang calon pembeli diminta lepas jilbabnya saat memasuki restoran cepat saji McDonalds.

Peristiwa yang dialami seorang mahasiswi berhijab pada Kamis 29 November 2017 itu membuat marah muslimah lainnya. Sebanyak 50-an wanita hijabers berkumpul di depan McDonalds untuk memprotes tindakan diskriminasi tersebut pda Sabtu 2 Desember 2017.

Dengan mengenakan pashmina berbeda warna, mereka berkumpul di Seven Sister Road, London Utara, Inggris. Protes yang mereka lakukan itu sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama wanita berhijab yang diatur Komunitas Stand Up To Racism di Inggris.

Nafsia, salah seorang pendemo mengaku bahwa protesnya ditujukan untuk menegakkan keadilan. Hijab adalah bagian dari kehidupan mereka sehari-hari, tindakan yang dilakukan pegawai McDonalds itu sangat memperihatinkan dan menunjukkan ketidakadilan.

“Mereka mengatakan kita teroris di negeri ini, padahal mereka lah yang menjadi teroris buat kita. Saya adalah seorang pekerja keras, tapi mereka tampaknya tak ingin melihat kami menggunakan hijab sebagai identitas. Sekarang mereka pun tak izinkan kami membeli makanan,”’ kesalnya.

Rakhia Ismail, hijabers yang bekerja sebagai anggota dewan tenaga kerja di area Holloway sangat terkejut saat menonton video tersebut. Dimana seorang petugas keamanan menghadang seorang mahasiswi berusia 19 tahun untuk melepas jilbabnya. “Jika mereka tidak menginginkan jilbab kami, sebaiknya kami tidak memberikan uang kami kepada mereka,” katanya.

Dalam protes tersebut, mereka membawa sejumlah papan bertuliskan “Fight against Islamophobia”, “Defend civil liberties”, “Oppose Prevent”. Puluhan hijabers itu menuntut agar McDonalds memastikan tidak ada lagi tindakan disksiminasi tersebut.

Pihak McDonalds pun meminta maaf atas peristiwa yang membuat marah banyak orang. Mereka mengaku tidak memiliki kebijakan membatasi orang mengenakan hijab atau pakaian religius lainnya di restoran mereka. “Kami akan menangani masalah ini dengan sangat serius dan melibatkan petugas yang terlibat,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here