Ini Alasan Pengganti Gatot Nurmantyo dari Angkatan Udara

0
72
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto

ORANYENEWS- Presiden Joko Widodo mengusulkan pengganti Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai panglima TNI berasal dari angkatan udara. Dia adalah Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Mengapa pengganti Panglima TNI berasal dari Angkatan Udara, bukan Angkatan Darat atau Angkatan Udara?

Juru Bicara Presiden, Johan Budi mengutarakan bahwa keputusan Presiden Joko Widodo menunjuk Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sesuai dengan Undang-Undang No 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indoensia (TNI).

“Dalam surat (yang dikirim Mensesneg ke DPR) disebutkan kenapa harus menunjuk Pak Hadi Tjahjanto,” ungkapnya.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto salam komando bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto salam komando bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Presiden menilai bahwa KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto adalah perwira TNI yang mampu, cakap, dan memenuhi syarat sebagaimana disebutkan di dalam UU TNI  No 34 tahun 2004.

“Utamanya pasal 13 yang menyebutkan bahwa Panglima TNI harus pernah atau sedang menduduki kepala Staf TNI, dan bisa bergiliran,” urainya.

Hadi Tjahjanto.

Sesuai pasal 13 ayat 4 yang berbunyi:

Jabatan Panglima sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dijabat secara bergantian oleh Perwira Tinggi aktif dari tiap-tiap Angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

“Karena itu, Presiden (Jokowi) mengusulkan Pak Hadi Tjahjanto,” katanya.

Diketahui, sejak reformasi Panglima TNI mulai diisi secara bergantian antar angkatan, dari angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Dari reformasi hingga saat ini, sudah dua angkatan laut menjadi panglima TNI (Laksamana TNI Widodo AS dan Laksamana TNI Agus Suhartono), dan baru seorang perwira angkatan udara yang menjabat sebagai Panglima TNI, yaitu Marsekal TNI Djoko Suyanto. Sedangkan, dari angkatan darat sudah 4 perwira menjabat sebagai Panglima TNI (Jenderal TNI Endiartono Sutarto, Jenderal TNI Djoko Santoso, Jenderal TNI Moeldoko, dan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo).

Data tambahan:

Undang-Undang No 34 Tahun 2004 tentang TNI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here