Mengenal Cempaka & Dahlia yang Mengancam dan Berbahaya

0
40

ORANYENEWS- Namanya adalah Cempaka dan Dahlia. Walau pun keduanya diambil dari nama bunga yang menggambarkan keindahan dan keanggunan, tapi jangan macam-macam dengan nama bunga siklon tropis ini. Keduanya membawa ancaman kerusakan yang maha dahsyat.

Sebelum memperkenalkan Cempaka dan Dahlia, ada baiknya mengenal terlebih dahulu apa itu siklon tropis?

 

Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikan (BMKG) Mulyono Rahadi Prabowo menjelaskan bahwa siklon tropis terjadi dipicu dari pergerakan semu matahari.

Dalam website BMKG dijelaskan bahwa siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar. Radius rata-rata siklon tropis mencapai 150 hingga 200 km. Siklon tropis terbentuk di atas lautan luas yang umumnya mempunyai suhu permukaan air laut hangat, lebih dari 26.5 °C. Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai kecepatan angin lebih dari 63 km/jam.

Secara teknis, siklon tropis didefinisikan sebagai sistem tekanan rendah non-frontal yang berskala sinoptik yang tumbuh di atas perairan hangat dengan wilayah perawanan konvektif dan kecepatan angin maksimum setidaknya mencapai 34 knot pada lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya, serta bertahan setidaknya enam jam.

Kadangkala di pusat siklon tropis terbentuk suatu wilayah dengan kecepatan angin relatif rendah dan tanpa awan yang disebut dengan mata siklon. Diameter mata siklon bervariasi mulai dari 10 hingga 100 km. Mata siklon ini dikelilingi dengan dinding mata, yaitu wilayah berbentuk cincin yang dapat mencapai ketebalan 16 km, yang merupakan wilayah dimana terdapat kecepatan angin tertinggi dan curah hujan terbesar.

Masa hidup suatu siklon tropis rata-rata berkisar antara 3 hingga 18 hari. Karena energi siklon tropis didapat dari lautan hangat, maka siklon tropis akan melemah atau punah ketika bergerak dan memasuki wilayah perairan yang dingin atau memasuki daratan.
Siklon tropis dikenal dengan berbagai istilah di muka bumi, yaitu “badai tropis” atau “typhoon” atau “topan” jika terbentuk di Samudra Pasifik Barat, “siklon” atau “cyclone” jika terbentuk di sekitar India atau Australia, dan “hurricane” jika terbentuk di Samudra Atlantik.

Siklon Tropis Cempaka dan Dahlia

Lalu mengapa siklon tropis diberi nama-nama bunga?

Penamaan itu, jelas Mulyono, dimulai dari terbentuknya Pusat Peringatan Dini Siklon Tropis (Tropic Siclon Warning Center/TSWC) pada tahun 2008 lalu di Jakarta.

Setiap negara diberikan wewenang untuk menamakan siklon yang ditemukan di negaranya masing-masing. Untuk di Indonesia, disepakati memberi nama siklon dengan nama bunga.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan alasan penggunaan nama bunga untuk siklon agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Menurut Dwikorita, nama-nama bunga juga diambil untuk mewakili keunikan dari Indonesia. BMKG Indonesia memberi daftar nama berurut sesuai abjad mulai dari A sampai Z yang kemudian diterima dan disetujui oleh World Meteorological Organization (WMO).

Nama-nama itu kemudian akan dikeluarkan jika suatu siklon sudah terbentuk di teritorial Indonesia. “Kalau satu siklon tropis telah terbentuk, barulah kita beri nama sesuai dengan yang kita daftarkan,” ujarnya.

Siklon tropis di Indonesia dimulai dengan Anggek yang lahir di perairan barat Sumatera pada 30 Oktober-4 November 2010. Kemudian, siklon tropis Bakung di perairan barat daya Sumatera pada 11-13 Desember 2014.

Selanjutnya siklon tropis Cempaka pada 27-29 November 2017 dan dilanjutkan dengan siklon tropis Dahlia yang terdeteksi lahir pada 30 November 2017.

Usai Dahlia, nama siklon tropis yang telah disiapkan lainnya adalah Flamboyan, Kenanga, Lili, Mangga, Seroja dan Teratai.

Lain itu, Jakarta TCWC menyiapkan nama untuk antisipasi jika ada nama yang dipensiunkan—karena siklon mematikan—seperti Anggur, Belimbing, Duku, Jambu, Lengkeng, Melati, Nangka, Pisang, Rambutan dan Sawo.

Jumat, 1 Desember pukul 13.00, BMKG mendeteksi dua bibit siklon baru di Aceh Utara dan Nusa Tenggara Timur. Bibit siklon tropis di Aceh berkekuatan 37 km perjam di aceh Utara dan Selat Malaka bagian utara.

Sedangkan di NTT, dengan kekuatan 28 km perjam. Jika keduanha menjadi siklon maka dipastikan namanya adalah Flamboyan dan Kenanga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here