Din Syamsuddin: Tak Ikut Reuni, Saya Bukan Alumni 212!

0
44
Din Syamsuddin. (foto: Ist)

ORANYENEWS- Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat, Din Syamsuddin menegaskan bahwa dirinya tidak akan ikut dalam acara reuni 212, yang akan berlangsung pada Sabtu 2 Desember 2017 di Silang Monumen Nasional.

Mantan Ketua PP Muhammadiyah tersebut mencoba menjawab pertanyaan yang banyak kepada dirinya, terkait keikutsertaannya di dalam acara reuni tersebut.

Dalam rilisnya, Din mengatakan bahwa setiap orang atau kelompok memiliki hak konstitusional untuk mengekspresikan pendapatnya dalam bentuk apapun, seperti peringatan demontrasi. “Kelompok pendukung Aksi 212 juga mempunyai hak untuk mengaktualisasikan diri, dan oleh karena itu gerakan mereka untuk mengadakan Reuni Aksi 212 adalah absah di alam demokrasi selama tidak menggunakan kekerasan,” katanya.

Demo di Istiqlal

Meski begitu, Din mengungkapkan bahwa dirinya tidak akan mengikuti reuni tersebut karena dirinya memang bukanlah alumni demontrasi 212 yang berlangsung pada 2016 silam.

“Saya tidak ikut Reuni tersebut karena saya bukan alumni, dan saya mempunyai pemahaman ttg permasalahan umat Islam serta pendekatan tersendiri dalam menanggulanginya dan dalam  beramar makruf nahyi munkar,” katanya.

Din memiliki pandangan bahwa dalam menegakkan izzul Islam wal Muslimin di Indonesia (mengangkat derajat Islam dan umat muslim) perlu dilakukan melalui perjuangan strategis , seperti mengembangkan infrastruktur kebudayaan umat Islam. “Maka diperlukan karya-karya nyata dalam meningkatkan mutu kehidupan umat Islam dalam berbagai bidang,” terangnya.

“’Oleh karena itu, perlu ada langkah strategis yg lebih menekankan praxisme keagamaan dari pada menampilkan mob populisme keagamaan,” lanjutnya.

Menurutnya, masalah yang dihadapi umat Islam di Indonesia saat ini adalah kelemahan infrastruktur kebudayaan dalam berbagai bidang seperti ekonomi, pendidikan, informasi. Maka, perjuangan yang relevan saat ini adalah mengatasi permasalahan tersebut.

“Semua sumber daya sebaiknya diarahkan untuk memperbaiki aspek-aspek kebudayaan tadi. Oleh karena itu, saya menyarakankan untuk mengubah strategi dari al-jihad lil mua’radhah (perjuangan melawan/struggle against) ke al-jihad lil muwajahah (perjuangan menghadapi/struggle for). Inilah yang saya maksud perjuangan umat Islam lebih baik mengambil bentuk orientasi praksisme (karya2 kebudayaan) dari pada orientasi  populisme (kerja2 kerumunan),” tutupnya.

Diketahui, Alumni 212 akan melakukan reuni di silang Monas pada hari Sabtu, tanggal 2 Desember 2017. Sebelum itu, mereka akan menggelar kongres selama dua hari, yaitu tanggal 30 November-1 Desember di Asrama Haji Pondok Gede.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here