Cerita “Maknyus & Top Markotop”, Bondan Winarno dan Umar Kayam

0
43
Bondan Winarno saat di rumah sakit.

ORANYENEWS- Nama Bondan Winarno tak bisa lepas dengan kata-kata ajaib seperti “Maknyus” dan “Top Markotop”. Keduanya adalah kata-kata yang sering disebutkan Bondan saat memandu acara kuliner di televisi swasta.

Dalam sebuah wawancara, Bondan Winarno pun mengungkapkan asal kata “Maknyus” tersebut. Dia mengakui awalnya kata ajaib itu bukan berasal langsung dari dirinya, tapi berasal dari seorang budayawan ternama Umar Kayam.

Bondan Winarno mengaku seringkali makan bersama dengan Umar Kayam, juga dengan Gunawan Muhammad. Kata Bondan, setiap kali Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada itu makan dan menemukan makanan yang enak, dia selalu berkata, “Ini maknyus, mantap”.

Bondan Winarno

Kemudian, suatu waktu dirinya tengah syuting untuk program acara Wisata Kuliner di sebuah stasiun televisi swasta. “Saat itu saya keceplosan bilang ‘maknyus’ dan ditayangkan. Ternyata, banyak yang suka, jadi saya lanjutkan saja,” ungkapnya.

Dari situlah kemudian, kata-kata ajaib “Maknyus” itu menjadi populer di masyarakat dan dunia kuliner. Banyak masyarakat kemudian yang menggunakan kata-kata “Maknyus” tersebut sebagai ungkapan, penggambaran terhadap makanan yang enak.

Lalu, bagaimana standar seorang Bondan Winarno dalam menetapkan sebuah makanan itu dapat disebut “Maknyus” atau tidak. Menurutnya, yang penting adalah bagaimana kesan pertama baginya saat menyantap makanan tersebut.

Jika dirinya mengecap kali pertama makanan tersebut, kemudian terasa enak, barulah makanan tersebut dapat disebut “Maknyus”. Dia menceritakan pengalaman saat menyicipi makanan di Jetis Imogiri. Saat itu adalah makanan Mangut Lele rasanya biasa saja menurutnya, tapi saat dirinya mencoba kecopir muda di makanan tersebut rasanya enak, makanya dia sebut “Maknyus”.

Maknyus Bukan Bahasa Jawa

Banyak yang mengira bahwa “Maknyus” berasal dari bahasa Jawa, tapi ternyata kata-kata tersebut tidak tertera dalam bahasa Jawa, begitu juga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Karsono H Saputra, Dosen Sastra Jawa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia mengungkapnya kepada. Menurutnya, kata “Nyus” merupakan tiruan bunyi atau formasi kata dari sebuah bunyi atau Onomatopoeia. Sedangkan kata “Mak” adalah ungkapan secara tiba-tiba, seketika, atau spontan.

Kata “Nyus” sering digunakan untuk menunjukkan rasa manis seperti air tebu atau teh. Tapi, kata “Maknyus” yang diciptakan seorang Bonda Winarno bisa bermakna luas, tak hanya manis, tapi menggambarkan rasa yang luar biasa., tapi tidak mengubah makna.

Menurutnya, Bonda Winarno memang pintar dalam mencari kata yang tepat, jeli menangkap, walau tidak dirancang dan terjadi tiba-tiba saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here