Dampak Siklon Cempaka , 19 Orang Tewas, Kerugian Triliunan Rupiah

0
28
Dua rumah tenggelam akibat banjir di Pacitan.
Dua rumah tenggelam akibat banjir di Pacitan.

ORANYENEWS- Korban jiwa akibat siklon tropis cempaka semakin bertambah, kini tercatat sebanyak 19 orang telah meninggal dunia. Jangkauan dampak siklon tersebut juga telah meluas hingga ke 28 Kabupaten/Kota. Bahkan, sejumlah wilayah ditetapkan tanggap darurat bencana.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap, 28 Kabupaten/Kota itu tersebut adalah Situbondo, Sidoarjo, Pacitan, Wonogiri, Ponorogo, Magetan, Serang, Cilacap, Sragen, Boyolali, Trenggalek, Sukabumi, Purworejo, Magelang, Tulungagung, Semarang, Klaten, Malang, Wonosobo, Klungkung, Kota Yogyakarta, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kudus, dan Sukoharjo.

Siklon Cempaka tersebut mengakibatkan banjir longsor hingga putting beliung. Wilayah paling terdampak adalah Dampak siklon ini berupa banjir, longsor dan puting beliung. Daerah paling terdampak karena dekat dengan siklon tropis cempaka adalah DI. Yogyakarta, Wonogiri, Pacitan, dan Ponorogo. Siklon ini hanya berjarak 32 km sebelah selatan-tenggara Pacitan, Jawa Timur.

“Dampak bencana banjir dan longsor menyebabkan 19 orang meninggal dunia yaitu 11 orang di Pacitan, 3 orang di Kota Yogyakarta, 1 orang di Bantul, 1 orang di Gunung Kidul, 2 orang di Wonogiri dan 1 orang di Wonosobo. Dari 19 orang meninggal dunia tersebut 4 orang adalah korban banjir dan 15 orang korban longsor,” terang Sutopo, Rabu 29 November

Hingga kini, banjir masih merendam di beberapa daerah, diantaranya, Pacitan, Magetan, Wonogiri, Klaten. Ribuan rumah, ribuan hektar lahan pertanian, dan fasilitas publik terendam banjir. Lain itu, aktivitas masyarakat lumpuh total di Wonogiri, di sebagian daerah di Yogyakarta, dan di Pacitan. Jalan lintas selatan yang menghubungkan Wonogiri hingga Ponorogo juga lumpuh karena tertutup longsor. Diperkirakan kerugian dan kerusakan ekonomi mencapai triliunan rupiah. “Pendataan dampak bencana masih dilakukan BPBD,” katanya

Sutopo melanjutkan, di Pacitan sejumlah daerah telah ditetapkan tanggap darurat banjir dan longsor, karena masih terendam banjir dan terisolasi, akibat jalan tertutup longsor. Bahkan, pencarian korban masih terus dimaksimalkan.

Wilayah yang terendam banjir di Pacitan meliputi 13 desa di 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Pacitan (Desa Sirnoboyo, Desa Sukoharjo, Desa Kayen, desa kembang, Desa Ploso, Desa Arjowinangun, Desa Sidoharjo), Kecamatan Kebon Agung (Desa Purworejo, Desa Banjarjo, Desa Kebon Agung), dan Kecamatan Arjosari (Desa Pagutan, Desa Jatimalang, Desa Arjosari).

Di Wonogiri, lanjutnya, banjir meluas di 18 kecamatan. Terdapat 68 lokasi bencana banjir dan longsor. Sebanyak dua korban longsor telah ditemukan dalam kondisi meninggal. Yakni, Sri Wati (40) dan Suyati (60), yang merupakan warga Bengle RT 2 RW 5 Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri.

Di DI. Yogyakarta, kata Sutopo, banjir terjadi di 84 titik, longsor terjadi di 93 titik, dan puting beliung terjadi di 116 titik. Longsor menimbun rumah di Jl. Jlagran RT 01 RW 01 Pringgokusuman, Gedongtengen, Kota Yogyakarta. Akibatnya, tiga orang meninggal, yaitu Barjono, Dani (4) dan Aurora Tanti (3 bulan).

“Diperkirakan, Siklon Tropis Cempaka akan bergerak menjauhi wilayah Indonesia pada Kamis (30/11). Namun masih memberikan dampak hujan deras dan gelombang tinggi di wilayah Jawa dan Bali. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman banjir, longsor dan puting beliung,” papar Sutopo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here