Mobil Hidrogen untuk Asian Games 2018 Bawa Industri Baru ke Indonesia

0
120

ORANYENEWS- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengukir sejarah baru dalam pengembangan energi yang ramah lingkungan. Ini terlihat saat acara ground-breaking yang dilakukan Pemprov Sumsel dan ECUBES ARCOLA dengan Pemerintah Inggris di LONDON pertengahan November lalu.

Dengan disepakatinya ground breaking, yang seiring dengan terlaksananya pertemuan COP 23 di Bonn, Jerman, pemerintah Sumatera Selatan juga telah menyetujui terciptanya Kemitraan Kolaborasi 25 Tahun untuk PROGRAM MOBILITAS ZERO EMISI atau tanpa emisi dengan perusahaan Inggris ECUBES ARCOLA guna menyediakan infrastruktur energi karbon yang ramah lingkungan untuk Asian Games 2018.

Gubernur Alex Noerdin (tiga dari kiri) dan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza (tiga dari kanan) bersama dengan delagasi Ecubes Arcola bertemu dengan Utusan Perdagangan Perdana Menteri Inggris untuk Indonesia Richard Graham MP (empat dari kiri) di Winston Curchill Room, Treasury Her Majesty, London, Inggris. – Dok Ecubes Arcola.

Kolaborasi dengan universitas-universitas terkemuka di Inggris yang telah dilakukan ECUBES ARCOLA, juga telah mendorong status energi hidrogen sebagai penopang infrastruktur energi masa depan di dunia dan membuka peluang bagi Indonesia, untuk mengembangkan industri Hidrogen yang canggih di sektor energi dan transportasi.

Proyek energi hidrogen pertama di Indonesia ini akan diterapkan di wilayah MUBA (Musi Banyuasin) Sumatera Selatan. “Untuk mewujudkan visi energi bersih dan pertumbuhan ekonomi, kita harus berhasil menerapkan konsep energi baru yang melibatkan penetrasi energi terbarukan yang tinggi. Pendekatan inilah yang menjadi kunci keberhasilan dan terlaksananya program ini, dan semoga akan menjadi tolak ukur keberhasilan di masa depan,” ujar Bupati MUBA, Dodi Reza.

Dikutip dari situs McKinsey.com dari pertemuan COP 23 di Bonn, Jerman 17 November lalu, bahwa Hidrogen adalah masa depan dari kendaraan listrik, dan “Hidrogen bisa memberikan peran vital dalam sistem energi terbarukan di masa depan, ” tulis McKinsey.

Sumatera Selatan sendiri telah memahami betapa pentingnya hal ini. Maka dari itu pada Juli 2016, Pemprov Sumsel memulai kerjasama dengan Ecubes Arcola, sebagai perintis Desainer Konseptual dan Infrastruktur dalam proyek pembangunan pembangkit listrik.

Sebagai gambaran, Ecubes Arcola sendiri adalah perusahaan infrastruktur energi bersih dan ramah lingkungan, Berbasis di London, Inggris yang fokus dalam mengantarkan dan memperkenalkan proyek dan infrastruktur lintas sektoral berdasarkan teknologi hidrogen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here