Detik-Detik Penggerebekan Dua Sejoli di Cikupa Saat Makan Nasi Goreng

0
55
Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif saat mendengar keterangan korban.(foto: Ist)
Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ORANYENEWS- Pasangan sejoli M (20) dan R (28) trauma setelah penganiayaan dan pelecehan yang mereka alami pada Sabtu, 11 November malam. Mereka dianiaya dan dilecehkan, karena dianggap berbuat mesum. Padahal mereka saat itu sedang makan nasi goreng.

Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif menceritakan kronologis peristiwa tersebut berdasarkan keterangan saksi-saksi yang mereka selidiki.

Pelaku pelecehan dan penganiayaan pasangan kekasih di Cikupa.

Peristiwa bermula, saat sang gadis berinisial M (20), penghuni kontrakan meminta pacarnya untuk membelikan makanan berupa nasi goreng kepada pacarnya berinisial R (28). Kemudian, sang pacar tiba di kontrakannya dengan membawa makanan yang dipesannya, sekira pukul 10.00 WIB malam.

BACA JUGA: Ini Sosok Pak RT Pelaku Pelecehan Dua Sejoli di Cikupa

Saat mereka tengah makan sambil ngobrol santai di dalam kontrakan, tiba-tiba Ketua RT bernama T memaksa masuk ke dalam kontrakan yang pintunya tidak tertutup rapat itu. Ketua RT tersebut masuk bersama dua warga lainnya berinisial N dan A.

Pak RT kemudian memaksa mereka mengakui bahwa mereka telah melakukan mesum, sambil memegang kerah baju R. Selanjutnya, keduanya di arah mereka bertiga ke arah depan ruko. Di tempat tersebut mereka dipaksa mengaku dengan ditempeleng dan dipukuli, bahkan pakaian R dilucuti hingga hanya mengenakan pakaian dalam.

Tak sampai di situ, sang wanita berinisial M juga ikut diarak dan ditelanjangi, dari hanya mengenakan celana dalam dan kaos biru, kemudian salah seorang memaksa agar melepas kaosnya. M kemudian, teriak-teriak minta tolong tapi tidak digubris. Hingga R akhirnya mengambil kaos biru yang tergeletak di bawah, dan menutupi tubuh sang pacar.

BACA JUGA: Viral Video Warga Telanjangi Warga Diduga Mesum

Kemudian, pasangan ini dibawa ke rumah Ketua RW dan mendapatkan interogasi dan intimidasi. Usai diinterogasi, kemudian keduanya dikembalikan ke dalam kontrakan tersebut.

Pasangan mesum ditelanjangi (foto: Ist)

Setelah itu, dibawa ke rumah RW, setelah diinterogasi di rumah RW dikembalikan ke kontrakannya.

AKBP Sabilul Alif mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan kepada R dan M secara langsung dengan mewawacarai dan konseling.

Selanjutnya polisi mengamankan dan melindungi kedua korban yang telah mengalami trauma hebat tersebut. Baik M ataupun R merasa bersyukur bahwa aksi tidak terpuji Ketua RT dan Ketua RW, serta sejumlah warga tersebut ditindaklanjuti kepolisian.

Menurut Kapolresta, yang menjadi masalah dalam hal ini adalah tindakan warga yang melanggar hukum, dengan melakukan tindakan main hakim sendiri, yang ternyata tuduhan warga tidak benar adanya. “Mereka memang memiliki hubungan pacaran, dan akan menikah dalam waktu dekat,” katanya.


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here