Dandim Rembang Penampar Kades Akhirnya Dicopot dari Jabatannya

0
67
Dandim Rembang Letkol (Inf) Darmawan.
Share
  • 23
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ORANYENEWS- Dandim Rembang, Letkol (Inf) Darmawan Setiady akhirnya dicopot dari jabatannya. Pencopotan ini buntut dari aksi arogan dirinya, yang menampar Kepala Desa Jambaran, Kecamatan Sarang, Rembang, M Hilaludin saat rapat koordinasi pengawasan Dana Desa di Pendapa Museum Kartini, Jumat 10 November lalu.

Pencopotan jabatan Dandim itu dilakukan Komandan Korem (Danrem) 073/Makutarama Kol (Inf) Joni Pardede, pada Minggu 12 November. “Setelah dari hasil kroscek dan pemeriksaan, saya mengambil keputusan untuk menonaktifkan yang bersangkutan (Dandim Rembang, red).”

BACA: Dandim Arogan, Tampar Kepala Desa karena Merasa Tak Dihormati

Kemudian, jabatan Dandim Rembang dipegang oleh Pejabat Sementara (Pjs) Letkol (Inf) Teddy Himawan yang saat ini menjabat Kepala Staf Teritorial (Kasiter) Korem 073/Makutarama.

Dandim Darmawan dan Kades Hilaludin.

Danrem mengaku dirinya secara langsung mengkroscek mengenai terjadi insiden penamparan kepala desa yang melibatkan anak buahnya melalui informasi dari Forkompinda. “Saya juga perintahkan Dandim Rembang untuk mengikuti pemeriksaan di Kodam,” ujar Joni.

Pemeriksaan yang berlangsung di Kodam tersebut menghasilkan bahwa kejadian itu tidak pantas dilakukan oleh seorang prajurit ataupun perwira. “Jadi, kami mengambil sikap dengan menonaktifkan Dandim 0720/Rembang. Untuk sementara, jabatan dipegang oleh Pejabat Sementara (PS) Letkol Teddy,” tegas Joni.

Dalam kesempatan itu, Danrem Letkol (inf) Joni Pardede juga meminta maaf kepada seluruh kepala desa dan masyarakat Rembang atas kejadian tersebut. “Kami berharap kejadian itu tidak ada lagi dan hubungan TNI dan masyarakat Rembang tetap terjalin dengan baik dan harmonis,” ucapnya.

Diketahui, acara rapat koordinasi pengawasan Dana Desa di Pendapa Museum Kartini, Jumat 10 November lalu, awalnya berlangsung lancar. Para pejabat secara bergiliran memberikan pemaparan terkait dana desa yang akan digulirkan oleh pemerintah. Dandim saat itu, memperoleh giliran keempat untuk memberi penjelasan tentang dana desa itu.

Di tengah memberikan penjelasan, Darmawan merasa tidak dihormati karena Hilaludin kurang memperhatikan, kemudian membentak dan memanggil Hilaludin ke depan, berdiri di sampingnya, kemudian menamparnya. Hilaludin pun kaget, dan syok, tidak menyangka apa yang terjadi kepada dirinya.

Usai penamparan, situasi pun memanas, sehingga kepala desa melakukan aksi walk out meninggalkan acara tersebut. Bupati pun turun tangan untuk menenangkan kepala desa, dan kemudian dilakukan mediasi di rumah Bupati antara Dandim, Paguyuban Kepala Desa untuk menyelesaikan masalah penamparan itu secara kekeluargaan.

“Mudah-mudahan tidak ada masalah lagi. Secara personal saya sudah minta maaf ke yang bersangkutan,” ujar Darmawan.


Share
  • 23
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here