3 Faktor Penyebab Karyawan Tidak Bahagia dalam Bekerja

0
23
Ilustrasi karyawan tak bahagia dalam bekerja.
Share
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ORANYENEWS- Turn over atau keluar masuknya karyawan yang cukup tinggi seringkali membuat sulit atau bermasalah di sebuah perusahaan. Menyita waktu merekrut karyawan baru, hingga biaya menarik kandidat agar melamar ke perusahaan tersebut, tidaklah sedikit.

Kebanyakan penyebab karyawan mengundurkan diri adalah ketidakbahagiaan mereka di dalam bekerja di perusahaan. JobStreet mengadakan Happiness Index Survey, guna mengukur tingkat kebahagiaan para karyawan di Indonesia saat ini, dan juga untuk mengetahui apa saja faktor yang dapat memengaruhi kebahagiaan mereka.

Survei tahunan JobStreet ini dilakukan serentak di Indonesia, Hongkong, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam, total respondennya sebanyak 35.513. Waktu dilaksanakan survey mulai Juli – Agustus 2017 melibatkan pencari kerja aktif dari beragam usia, tingkat posisi hingga detail industri pekerjaan.

ilustrasi Karyawan tak bahagia dalam bekerja

Hasilnya, survey menunjukkan bahwa tingkat kebahagiaan karyawan di Indonesia, Singapore, Malaysia dan Vietnam meningkat dibanding tahun lalu. Akan tetapi tidak demikian dengan di Filipina, Thailand, dan Hongkong yang saat ini menurun tingkat kebahagiaannya. Sayangnya para karyawan merasa bahwa keadaan mereka tidak akan membaik dalam 6 bulan ke depan.

Survei di Indonesia sendiri, 71 dari 100 orang mengaku bahwa mereka bahagia dengan pekerjaannya saat ini. Happiness Index Survey ini juga mengungkapkan bahwa terdapat 3 (tiga) faktor utama yang membuat karyawan bahagia atas pekerjaannya, yakni lokasi tempat kerja, rekan kerja, dan reputasi perusahaan.

Sebaliknya, hal yang membuat orang tidak bahagia adalah kurangnya pengembangan karier, kepemimpinan, dan pelatihan dari perusahaan.

Ketika ditanya apa yang akan membuat mereka lebih bahagia dalam 6 bulan ke depan, responden mengungkapkan 2 hal utama yaitu perlunya ada peningkatan gaji dan mendapatkan pekerjaan baru.

Secara umur, faktor yang membuat karyawan muda usia 21-25 tahun tidak bahagia adalah dari segi gaji dan fasilitas/benefit. Namun semakin tua mereka, hal yang membuat tidak bahagia adalah kurangnya pengembangan karir dan pelatihan.

Sebanding dengan faktor umur, dari segi posisi pekerjaannya, yang paling tidak bahagia terkait masalah gaji dan fasilitas/benefit adalah para lulusan baru.

Sedangkan dari segi spesialisasi pekerjaan, orang yang bekerja sebagai Sales – finance, Top management dan IT- Hardware adalah yang paling bahagia. Karyawan yang tidak bahagia adalah yang bekerja pada posisi Sales – Technical, Graphic Designer dan Dokter.

Menurut industrinya, karyawan paling berbahagia adalah karyawan yang bekerja pada industri IT – Software, sektor pemerintahan serta perusahan gas dan perminyakan, sebaliknya karyawan tidak bahagia ditemukan pada karyawan yang bekerja pada sektor IT – Hardware, perusahaan penjualan serta Media / Percetakan.

Untuk ukuran perusahaan, karyawan di perusahaan besar dengan jumlah karyawan lebih dari 1000 cenderung lebih bahagia dibanding perusahaan kecil dengan jumlah karyawan 10-50 orang.

Diharapkan dengan adanya survei ini, para HRD perusahaan ataupun business owner dapat mulai menyesuaikan strategi rekrutmen dan manajemen talent mereka guna menarik kandidat terbaik dan mempertahankan karyawan berkualitas di perusahaan.


Share
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here