Kisah Pilu di Balik Ibu Membunuh Anak di Kedoya

1
39
Kekerasan Anak
Kekerasan Anak
Share
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ORANYENEWS- Siapapun pasti mengutuk aksi sadis Novi Yanti, seorang ibu muda, yang telah membunuh anaknya sendiri, dengan cara membekap dengan tali plastik dan menyemprotnya dengan semprotan racun serangga. Masalahnya sepele, hanya karena sang anak belakangan sering mengompol dan aktif, sehingga membuat kesal sang ibu, dan menghukumnya hingga berakibat fatal.

Tapi, bagaimanakah kehidupan Novi Wanti? Bagaimana dia menjalani kehidupan keras di Jakarta, hanya berdua dengan anaknya?

Novi saat memeluk anaknya yang tewas. (foto: Ist)

Tetangga tidak banyak yang tahu mengenai latar belakang Novi Wanti. Mereka hanya tahu bahwa Novi Wanti adalah seorang ibu muda yang memiliki anak berinisial GW, berusia 5 tahun, dan tinggal di sebuah kamar kos kecil bernomor 203 di Jalan Asem Raya, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dia baru tinggal selama enam bulan di kos tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Roycke Harry Langie menduga aksi kekerasan yang dilakukan Novi Wanti salah satunya disebabkan himpitan ekonomi yang dialami . Novi diduga mengalami stress karena kondisi ekonomi keluarganya. Tidak punya pekerjaan tetap, hanya sesekali bekerja sebagai buruh cuci, terpaksa menghidupi dirinya dan juga anaknya.

Menurut tetangga, Novi Wanti, tidak bergaul dengan masyarakat sekitar. Dia hanya menampakkan diri saat mengantar anaknya dan menunggu di sekolah, kemudian setelah sekolah dia kembali ke kamar kostnya. Kemudian, sesekali dia berada di luar kos saat tengah memberi makan anaknya.

Salah seorang penjaga kos bernama Rahman bercerita bahwa Novi Wanti kerap kali melakukan tindakan kasar kepada anaknya di depan para tetangga. Bahkan, pengelola kos pernah meminta Novi Wanti untuk pindah, karena tidak tega melihat penyiksaan yang dia lakukan kepada anaknya itu.

Saksi lain mengaku pernah melihat Novi menggunakan sapu lidi saat memukul anaknya. Tapi, sayang tetangga tidak ada yang bertindak tepat dengan melaporkan kekerasan tersebut ke kepolisian, hingga penyiksaan ibu kandung tersebut berujung maut.

Sabtu 11 November, Novi Wanti, melampiaskan kekesalannya karena sang anak kembali mengompol. Dia membekap anak kandungnya berumur 5 tahun itu dengan tali plastik, kemudian menyemprotnya dengan racun serangga, hingga akhirnya dia lemas dan meninggal dunia di klinik Graha Kedoya. Saat diperiksa, terdapat sejumlah luka dan lebam di sekujur badan GW (5).

Kini, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia dijerat Pasal 80 ayat 3 junto Pasal 76 C undang-undang RI nomor 35 tahun 2014. Ancamannya 15 tahun penjara.


Share
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here