Ibu Sadis di Kedoya, Bekap &  Semprot Anak Kandung dengan Racun Serangga

0
68
Novi saat memeluk anaknya yang tewas. (foto: Ist)
Share
  • 37
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ORANYENEWS- Kasih sayang ibu zaman now memang sangat berbeda dengan ibu zaman dahulu. Kini, seorang ibu kandung dengan mudah dan tega menyiksa anaknya dengan cara membekap dan menyemprotkan racun serangga ke muka, hingga sang anak kandung tewas. Penyebabnya hanyalah hal yang sangat sepele, mengompol!.
Peristiwa awalnya terungkap saat balita berumur 5 tahun, Greinal Wijaya, dibawa ke rumah sakit Graha Kedoya dari kos nomor 203 di Jalan Asem Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Saat itu kondisi Greinal Wijaya sangat lemas, Sabtu 11 November 2017.
Kekerasan terhadap anak di sekolah.
Setiba di rumah sakit, Greinal tidak dapat diselamatkan. Tampak tanda bekas penyiksaan di sekujur tubuhnya, seperti luka memar di bagian kaki dan tangan kiri dan kanan, serta bekas ikatan tali di bagian tangan dan kaki. Kuat dugaan ia tewas karena penyiksaan ibu kandungnya.
Polisi pun datang untuk melakukan penyelidikan, diketahui bahwa ternyata Greinal adalah korban penyiksaan yang dilakukan ibunya sendiri, Novi Wanti (30). Penyiksaan yang terakhir dilakukan ibunya pada Sabtu pukul 17.30 WIB.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Suranta Sitepu, mengungkapkan, berkat keterangannya seorang gojek online, Mariono, polisi pun mendatangi kos-kodam NW dan didapati seutas tali rapiah di kamar, yang diduga kuat dipakai untuk mengikat korbannya.
Pihak kepolisian pun segera membawa pelaku untuk dimintai keterangan, dan dari keterangan mereka didapati bahwa motif pelaku melakukan pembunuhan disebabkan
adanya perubahan sikap korban sejak 2 bulan terakhir.
Kekerasan Anak
Kekerasan Anak
“Pemeriksaan awal dari keterangan tersangka bahwa korban sering ngompol dan memang anak yang aktif. Menurut korban 2 bulan terakhir ini sikap anaknya berbeda dan sang ibu kesal. Mungkin ini hukuman tapi tetap fatal,” ungkap Kapolres Metro Jakarta Barat, Komisaris Besar Roycke Harry Langie.
Roycke mengaku saat ini pihaknya sudah melakukan langkah – langkah untuk penyidikan lebih lanjut.
“Langkah penyidikan sudah kita ambil termasuk langkah pemeriksaan baik visum maupun autopsi. Memang terdapat tanda pada mukanya yang agak kebiruan,” jelas Kapolres.
Meski begitu terkait kekejaman dengan kekerasan tersebut, Kapolres mengaku belum dapat menyimpulkan apakah NW mengidap gangguan jiwa.
“Kita lagi periksa kejiwaan tapi sementara pelaku ini normal. Tapi tetap karena ini kejadian yang tidak biasa kita akan tetap lakukan itu,” tandasnya.
Akibat perbuatannya, NW akan dijerat dengan Pasal 80 Ayat (3) Juncto Pasal 76C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, hukuman maksimalnya 15 tahun penjara.

Share
  • 37
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here