Arogan, Dandim Tampar Kepala Desa karena Merasa Tak Dihormati

0
71
Dandim Darmawan dan Kades Hilaludin.
Share
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ORANYENEWS- Aksi arogan dipertontonkan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0720/Rembang Letkol Inf Darmawan Setiady. Dia menampar Kepala Desa (kades) Jambangan, M. Hilaludin, hanya karena merasa disepelekan.

Yang ironi, aksi arogan itu dilakukan di tengah-tengah rapat koordinasi pengawasan dana desa yang digelar di Pendapa Museum Kartini, Jumat 10 November kemarin.

Kades Hilaludin digampar hanya karena dianggap tak menghormati dandim tersebut ketika sambutan. Kades Hilal dilihat Dandim tanpak leyeh-leyeh ketika dirinya sedang berpidato. Dari atas podium, Dandim langsung memanggil sang kades dan menamparnya di hadapan banyak orang, termasuk pejabat setempat.

Padahal awalnya, rapat koordinasi (rakor) pengawasan dana desa di Pendapa Museum Kartini itu berjalan dengan normal. Satu per satu pejabat memberikan sambutan dan paparan, dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Sulistiyono yang punya acara,Bupati Rembang Abdul Hafidz, serta Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso.

Sambutan terakhir dilakukan Dandim 0720/Rembang Letkol Inf Darmawan Setiady. Akan tetapi, di tengah sambutan, mendadak Dandim memanggil Kepala Desa Jambangan, Sarang, M. Hilaludin.

Dandim menunjuk Hilal, kemudian memintanya maju ke depan dengan nada yang tinggi. Dengan perasaan kaget dan takut, Kades Hilal pun maju ke depan dan berdiri di samping podium tempat dandim berada. Kemudian, Dandim yang mengenakan seragam dinas upacara melayangkan tangannya ke pipi kanan Kades Hilal.

Usai menampar Kades Hilal, Dandim Darmawan Setiady mengatakan bahwa Hilal adalah salah satu contoh yang tak patut ditiru. Menurutnya, dia leyeh-leyeh ketika dirinya memberikan sambutan.

Melihat rekannya ditampar para kades se-Kabupaten Rembang yang hadir langsung kesal dan meninggalkan acara tersebut. Bupati Rembang Abdul Hafidz yang melihat kejadian itu langsung bertindak menengahi masalah. Bupati meminta kades-kades yang berhamburan meninggalkan tempat acara agar duduk kembali di tempat masing-masing.

Mediasi langsung dilakukan bupati di pendapa. Kemudian, Dandim tersebut meminta maaf kepada Kades Hilal dan juga kepada semua kades yang hadir. Dandim dan Hilal sempat berpelukan di hadapan para kades dan forkompinda, tanda masalah selesai.

Dalam pertemuan mediasi,
Kades Jambangan, M. Hilaludin sempat bertanya mengenai apa kesalahannya hingga dirinya ditampar. Dandim pun menjawab, di menampar karena Hilal dilihatnya tiduran atau leyeh-leyeh di kursi saat dirinya tengah memberikan sambutan.

”Saya sempat tanya, Pak Dandim apa salah saya? Kemudian dijawab salah saya leyeh-leyeh ketika dandim sambutan. Lha wong saya ini capek Pak. Semalam baru tidur pukul 02.00,” ungkap Hilal.

Kemudian, mediasi dilanjutkan usai salat Jumat di rumah dinas Bupati Rembang. Mediasi kali ini digelar secara tertutup. Dihadiri bupati, wakil bupati, dandim, kapolres dan perwakilan dari kepala desa.

Ketua Paguyuban Kades se-Kabupaten Rembang Jidan Gunorejo mengatakan mediasi sepakat bahwa masalah tersebut tidak akan dibawa ke ranah hukum, baik kepolisian maupun ke Detasemen Polisi Militer (Denpom).

”Intinya kades se-Kabupaten Rembang tidak akan menuntut dan memaafkan. Tapi ada syaratnya. Kades tak mau bekerja sama lagi dan berharap dandim dipindah,” ujarnya.

Kades Hilal juga mengatakan hal yang sama. Dia memaafkan dandim dan tak akan membawa masalah itu ke ranah hukum. Ain tetapi Hilal sangat menyayangkan tindakan dandim yang arogan itu.

“Sebagai pemimpin, pejabat tinggi saya menyayangkan hal itu dilakukan,” imbuhnya.

Dandim 0720/Rembang Letkol Inf Darmawan Setiady mengaku sudah meminta maaf kepada Hilal secara pribadi Dia juga berharap tidak ada permasalahan lagi.

Letkol Darmawan mengakui aksi tampaknya kepada Kades Hilal karena kondisi fisiknya yang sedang kelelahan.

Dandim merasa Kades Hilal yang leyeh-leyeh1 di kursinya itu menunjukkan sikap seolah menyepelekan paparannya itu.

“Saat saya menyampaikan materi untuk kepala desa, ada yang di depan saya terlihat seorang kepala desa terkesan menyepelekan. Saya panggil ke depan, saya ingatkan. Memang saya tempeleng kena pipi, tapi ya nggak keras,” aku Darmawan.

Dandim Darmawan mengakui tindakannya tersebut salah dan tidak sepatutnya dilakukan. “Ya mungkin itulah kondisi kelemahan saya yang mungkin dalam keadaan yang kurang fit. Saya lepas kontrol,” akunya.


Share
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here