Viral Video Guru Benturkan Kepala Murid ke Tembok, Ini Fakta yang Sebenarnya

0
34
Kekerasan terhadap anak di sekolah.
Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA- Beredar sebuah video diduga seorang guru memukuli muridnya, dan membenturkan kepalanya ke tembok di SMPN 10 Pangkalpinang, hanya karena persoalan sepele. Ternyata, setelah ditelusuri polisi itu bukanlah fakta yang sebenarnya. Lalu, bagaimana fakta aslinya?

Setelah video tersebut beredar, pihak kepolisian langsung melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara. Ternyata, lokasi peristiwa tidak sesuai dengan video yang banyak beredar di masyaralat. Video viral tersebut ternyata tidak terjadi di SMPN Pangkalpinang.

BACA JUGA: Benturkan Kepala Siswa ke Dinding, KPAI Kutuk Kekerasan Oknum Guru

Pengecekan yang dilakukan pada Senin 6 November kemarin, didapati bahwa memang telah terjadi peristiwa pemukulan yang dilakukan seorang guru bernama Muín kepada seorang murid kelas 8A bernama Rama Haryanto pada 11 Oktober 2017 lalu sekira pukul 10.00 WIB pagi.

Kekerasan Anak
Kekerasan Anak

Tetepi, kejadian perkara berbeda dengan video yang viral di media sosial. Di dalam video tersebut TKP berada di dalam kelas, sedangkan peristiwa pemukulan di SMPN 10 terjadi di luar kelas.

Demikian ungkap Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rikwanto dalam pernyataan tertulisnya, Selasa 7 November 2017.

Selanjutnya, cirri-ciri korban dan pelaku yang ada di dalam video tersebut berbeda, dan tidak sesuai dengan cirri guru dan murid yang terlibat dalam peristiwa pemukulan di SMPN 10 Pangkalpinang.

Untuk peristiwa pemukulan guru kepada murid yang terjadi di SMPN 10 Pangkalpinang dilatarbelakangi perilaku siswa bernama Rama Haryanto, yang memanggil nama guru Pak Muín yang tengah mengajar di Kelas 8 D. Mendengar namanya dipanggil dengan tidak sopan, sang guru pun langsung mendatangi Rama yang berada di Kelas 8A, dan keduanya bertemu di luar kelas 8 B. Dan di situlah snag guru menempeleng Rama sebanyak 3 kali sebagai bentuk hukuman atas ketidaksopanannya di sekolah.

Kemudian, setelah peristiwa itu dilakukan pertemuan pada tanggal 16 Oktober 2017 di SMPN 10 antara orangtua murid Rama Haryanto, guru Mu’in dan Kepala Sekolah, Disdik Bud Pangkalpinang, dan sekolah yang kemudian disepakati membuat surat perjanjian damai.

Diketahui, di dalam video yang viral di tengah masyarakat, sekolah guru memukul murid di tempat duduknya, beberapa kali. Kemudian, saat salah seorang murid hendak melerai, dia juga terkena bogem mentah dan kepalanya terbentur ke tembok, karena dorongan pria yang diduga seorang guru tersebut. Belum diketahui, di mana peristiwa sebenarnya di dalam video tersebut terjadi?


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here