Kisah Gadis Terapis Dua Kali Kabur dari Alexis

0
57
Ilustrasi pekerja asing
Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA – Penutupan Hotel dan Griya Pijat Alexis menyisakan banyak cerita. Salah satu ceritanya adalah soal seorang gadis Sukabumi yang direkrut sebagai terapis dan dipaksa melayani hubungan intim yang tidak dikehendakinya sehigga berujung ke meja hukum.

Cerita ini tertuang dalam putusan Mahkamah Agung yang diterbitkan di laman resminya, 18 Agustus tahun 2011.

Dalam kesaksian gadis asal Sukabumi bernama MD itu terungkap, bagaimana pertama kali dia didekati dan direkrut sebagai terapis di Alexis.

Suasana kamar hotel di Alexis.

Awalnya kedua tersangka bernama Hendrik Gozali dan Aditia Chandra bin Nurbaman mendekati MD dan menawarkan untuk bekerja sebagai terapis di Alexis pada Juli 2010. Bahkan, pelaku mengiming-imingi kasbon Rp5 juta untuk MD sebelum berangkat.

Orangtua MD awalnya tidak mengizinkan putrinya itu berangkat ke Jakarta, namun karena sudah dijanjikan kasbon Rp5 juta, akhirnya MD meyakinkan orangtuanya bahwa MD akan baik-baik saja.

MD tidak sendiri, saat bertemu Hendrik dia berdua dengan N, gadis lainnya yang juga akan bekerja di Alexis. Setibanya di kantor Alexis, Hendrik membawa mereka berdua bertemu dengan Heri, dia adalah agen yang menerima pekerja wanita di Alexis. Kemudian Heri bertanya kepada dirinya, ingin kasbon berapa, dijawab MD kasbon Rp5 juta, sedangkan N Rp10 juta.

MD dan N pun akhirnya bekerja di Alexis. MD mengungkap, dirinya diwajibkan melayani para tamu di Alexis, dalam sebuah ruangan tertutup dengan kaca tembus pandang. Suasana ruangan diterangi lampu yang remang-remang.

“Di sana saya duduk bersama-sama dengan perempuan-perempuan lainnya dengan menggunakan pakaian yang seksi-seksi,” kata MD dalam kesaksiannya.

Tiga hari bekerja di Alexis, MD menerima 4 orang tamu. Dua di antara mereka memaksa MD untuk melakukan hubungan intim.

“MD telah berusaha menolak akan tetapi tamu tersebut mengatakan bahwa dirinya sudah dibayar dan saksi tidak bisa berbuat banyak karena bekerja di situ,” kesaksian MD yang tertulis di dalam putusan.

MD mengungkapkan dalam aturan cara kerja Alexis, mereka yang sudah dipilih para tamu, mereka semua harus melayani seluruh keinginan para tamunya, termasuk berhubungan badan.

MD bersama N pun tidak sanggup dengan cara kerja seperti itu dan lantas memilih untuk kabur dari Alexis. MD kemudian memilih pulang kampung ke Sukabumi.

Mengetahui MD kaburx Hendrik pu mengutus Dudu untuk mengajak saksi kembali. Di bawah ancaman, MD yang dirundung takut akhirnya menuruti perintah Dudu untuk kembali bekerja di Alexis. Namun, MD hanya bekerja selama 2 hari dan kembali kabur dari Alexis.

Lagi-lagi Hendrik ‘menjemput paksa’ MD, dan mengancam MD dengan utang yang masih ia miliki lantaran MD memilih kabur.

Setelah itu saksi Hendrik datang ke rumah saksi mengatakan karena MD telah kabur maka di terkena cas Rp 3.000.000, – dan membayar hutang sisa sebesar Rp 5.000.000, – tersebut oleh karena takut dan tidak punya uang maka saksi kembali ke Jakarta bersama Hendrik dan pacarnya.

Oleh karena perbuatan MD yang sudah 2 kali kabur dari Alexis, Hendrik memindahkan MD untuk dipekerjakan ke hotel lain di kawasan Jakarta. Di sana, MD dikenalkan dengan Eko, agen pekerja hotel tersebut. Cara kerjanya pun sama, MD harus kembali melayani tamu.

Namun, MD lebih memilih pulang ke Sukabumi. Ia membohongi pihak hotel dengan alasan ada kerabatnya di Sukabumi yang meninggal dunia.

Kali ini Hendrik mengutus Aditya untuk menjemput MD. Akan tetapi setibanya di Jakarta, Aditya ditangkap dalam kasus penjualan orang.

Dua terdakwa dalam kasus itu, Hendrik Gozali dan Aditia Chandra bin Nurbaman, dinyatakan bersalah dan terbukti membantu memperdagangkan orang.

MD mengaku menjadi salah satu korban mereka. Di kasus ini, Majelis Hakim yang terdiri dari Ketua Majelis Hakim Maryono, dan Salman Alfarasi serta Dony Dortmund sebagai hakim anggota memvonis Hendrik dengan 7 tahun bui, sementara Aditia, divonis 4 tahun 3 bulan bui.


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here