Pekerja Uzbekistan dkk di Alexis Habis Masa Kerjanya, Anies: Mereka Kini Ilegal!

0
47
Ilustrasi pekerja asing
Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA- Gebrakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum berhenti. Setelah menutup Hotel dan Griya pijat Alexis, ratusan pekerja asing di griya pijat tersebut juga tidak diperpanjang izin kerjanya.

Anies Baswedan mengatakan, terdapat 104 tenaga kerja asing yang bekerja di Hotel dan Griya Pijat Alexis. Menurut Anies, mulai Selasa 31 Oktober, para pekerja tersebut sudah habis masa kerjanya.

Suasana kamar hotel di Alexis.

Mantan Menteri Pendidikan itu merinci 104 pekerja asing tersebut terdiri dari beberapa negara antara lain, Thailand 57 pekerja, RRC 36 pekerja, Uzbekistan 5 pekerja, Kazakhstan 2 pekerja dan dari beberapa negara lain.

Menurutnya, kalau mereka sudah tidak memiliki izin, maka secara otomatis mereka akan menjadi pekerja ilegal di DKI Jakarta. “Dan itu urusannya dengan kementerian tenaga kerja,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Anies tidak memerinci perihal apa bidang pekerjaan yang dijalai 104 pekerja asing tersebut di Hotel dan Griya Pijat Alexis.

Anies Baswedan mengaku akan bertindak tegas kepada hotel lain yang juga melanggar Susila, dan mengancam akan mencabut izin usahanya. Ini dia lakukan, agar warga Jakarta tidak mengalami kerusakan moral karena maraknya praktik prostitusi.

“Kita akan tegas. Jadi, ketika perizinannya adalah untuk hiburan, hotel, karaoke, ya gunakan untuk itu saja. Jangan untuk yang lain. Kalau kemudian dipakai untuk praktik-praktik yang amoral, kita tidak akan biarkan!. Kita akan proses dan kita bertindak tegas. Jadi praktik-praktik sejenis, seperti ini, kita enggak akan biarkan,” kata Anies.

Diketahui, sejak 27 Oktober lalu, pemerintah DKI Jakarta tidak memperpanjang izin usaha Hotel dan Griya Pijat Alexis. Alexis ditengarai telah menjalankan praktek prostitusi yang selama ini dibiarkan begitu saja.

Setelah mengetahui hotel dan griya pijat Alexis tidak diperpanjang izinnya, pengelola pun segera menutup operasional mereka. Plang atau tanda tulisan Alexis sudah dicopot satu persatu. Mereka juga menggelar jumpa pers, dan melakukan open house kepada wartawan untuk melihat lantai 7 yang selama ini disebutkan sebagai “surga dunia”.

Tapi, wartawan hanya mendapati ruangan dan fasilitas yang sepi dan tidak ada pekerja satupun, karena menurut pengakuan, sekira 1000 pekerja telah dirumahkan, seiring ditutupnya usaha Hotel dan Griya Pijat Alexis.

Belum diketahui apa rencana pengelola Alexis untuk ke depannya. Mereka hanya mengaku siap mengikuti pemerintah provinsi DKI Jakarta. Dan siap berkoordinasi untuk melakukan perubahan, agar izinnya dapat diperpanjang kembali.


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here