Awas! “Kyai” Jambret Tengah Beraksi di Jawa Timur

0
70
Aksi kelompok jambret dengan modus Kyai.
Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PENAMPILAN seringkali menipu. Itu mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan tentang aksi sekelompok penjambret dengan modus berpakaian kyai yang tengah mencari alamat. Kelompok ini tengah beredar di Jawa Timur.

Video berdurasi sekira 6 menit itu awalnya diposting sebuah akun Facebook bernama Bentarani Suwardi beberapa hari lalu. Dalam postingan video CCTV tersebut, tampak sebuah mobil hitam jenis MPV tengah berhenti di pinggir jalan.

VIDEO AKSI KYAI JAMBRET

Berikut informasi yang diposting Bentarani Suwardi:

NENEK SITI DI RAMPAS KALUNG EMASNYA DI PINGGIR JALAN RAYA LETJEN PANJAITAN JEMBER.
1. Rabu, 18 Okt. 2017 jam 05.36 wib, telah terjadi perampasan dgn kekerasan thdp nenek Siti 84 tahun.
2. Perampok dengan kekerasan dilakukan 3 orang dengan mengendarai mobil Toyota Avanza warna hitam.
3. Modusnya, nenek Siti sdg jalan pagi, lalu mobil hitam berhenti disampingnya, dan seorang bersongkok haji dgn sorban membuka pintu dan mendekati nenek Siti, serta menyalami nenek Siti utk diberikan berkah, kemudian seorang lagi turun dari mobil meminta nenek Siti masuk mobil, tetapi tidak mau kemudian gelang nenek Siti diberikan, namun diminta kembali tdk lama kemudiaan seorang yg turun dari mobil menarik paksa kalung nenek Siti dan masuk mobil dgn tancap gas.
4. Kejadian sudah di laporkan ke Polres Jember.
5. Rekaman CCTV kejadian di depan “Central Cell” Service Handphone sdh diserahkan polisi.

Mohon bantuan jika teman-taman khususnya warga Jember dan sekitarnya apabila bertemu pelaku dengan ciri-ciri seperti pada gambar CCTV tsb dapat menginformasikan kepada pihak kepolisian terdekat.

Pada hari Rabu tanggal 18 Oktober 2017 Nenek saya bernama Siti M. usia 84th mengalami gendam yang berujung perampasan di Jl.Letjend. Panjaitan Jember Kel. Kebonsari Kec. Sumbersari Jember (depan Counter service handphone “Central cell” dan wartel Hayyu). Kejadiannya sekitar pukul 05.36 WIB, nenek saya jalan pagi tiba-tiba ada mobil avanza hitam berhenti penumpang samping supir (pelaku pertama) turun bertanya kepada nenek sy arah jalan menuju alun-alun kota Jember, dengan ramahnya nenek sy memberikan petunjuk menuju alun-alun kota Jember setelah itu pelaku pertama membuka pintu tengah mobil di dalam mobil tsb ada orang berdandan seperti kyai (pelaku kedua) lngsng mengajak bersalaman dengan nenek sy dan meminta cincin dan gelang, nenek sy sempat meminta kembali gelang milik beliau lalu pelaku kedua memberikannya langsung dipakai kembali oleh nenek sy, setelah itu cincin tsb dibungkus uang 2.000 di doa-doain dengan pelaku kedua tsb terus memaksa nenek sy masuk ke dalam mobil tetapi nenek sy tidak mau. Pelaku pertama berlagak telfon sekitar 2 menit sambil mengawasi kalung nenek sy dari belakang setelah menutup telfon pelaku pertama langsung merampas kalung nenek sy dengan keras sambil pelaku kedua menutup mobil dan nenek saya langsung berusaha pergi dari tempat tersebut dengan tergopoh-gopoh Alhamdulillah tidak sampai terjatuh Allah SWT masih melindungi beliau.

Demikian cerita yang menggambar dari CCTV tsb, sejauh ini kejadian tsb telah kami laporkan ke Polres Kota Jember semoga ini menjadi pelajaran bagi semua agar tetap waspada dengan orang lain yang belum kita kenal.
Mohon bantuan Bapak/Ibu. Jika menemukan orang dgn ciri seperti di rekaman terlampir, agar dilaporkan ke Polisi terdekat.
Terima kasih att nya, Wass.Wr.Wb
Kel. Nenek Siti, Jl. Panjaitan

Source by: CCTV “Central Cell” Service Handphone Jl. Letjen Panjaitan Jember.

AKSI LAIN KELOMPOK “KYAI” JAMBRET

Aksi yang sama pernah dialami seorang ibu bernama Warisah, 51 tahun, warga Desa Betak, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung. Warisah pun trauma dengan kejadian tersebut.

Suatu waktu, tengah hari,Warisah melihat ada sebuah mobil Toyota Avanza berwarna hitam yang berhenti, parkir cukup lama di depan rumahnya. Dia pun keluar rumah, dan bertanya kepada pengendara mobil. Kemudian, keluarlah tiga orang laki-laki dari dalam mobil.

Mereka kemudian bertanya, arah menuju Desa Pagersari. Dia pun menunjukkan arah menuju Desa Pagersari. Akan tetapi, pelaku bukannya langsung berangkat, malah menawarkan doa-doa kepada Warisah agar mendapatkan barokah. Dia pun merasa aneh dengan tawaran tersebut. Dia melihat dari pakaiannya, salah seorang berpakaian mirip Kyai dengan pakaian jubah putih dan sorban melilit di kepala.

Melihat calon korbannya tidak mau, mereka bertiga pun langsung menyeret Warisah agar masuk ke dalam mobil dan langsung melasu kencang ke arah Desa  Pagersari. Warisan yang berada di dalam mobil sempat berteriak minta tolong, akan tetapi pelaku berkali-kali memukulinya, mengancam agar dirinya diam.

Tapi, Warisah terus berteriak hingga akhirnya kyai palsu itu membuka sorban di kepala dan menutup mulut Warisah dengan sorban tersebut. Kemudian, menekan kepalanya ke bangku mobil, sambil melucuti kalung dan cincin emas Warisah. Total semua emas yang dibawa mencapai 25 kilogram, yang juga diuangkan bisa mencapai Rp6,000,000. Usai melucuti hartanya, Warisah pun diturunkan di Dusun Bocor, Desa Pakisaji, Kecamatan Kalidawir.

Hingga kini pelaku kelompok jambret bermodus kyai itu belum ditangkap, dan masih membuat resah warga Jawa Timur.


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here