Deklarasi Kemerdekaan Katalunya Ditangguhkan, Beginilah Kronologinya

0
125
catalonia
Masyarakat Catalonia ingin merdeka dari Spanyol

Deklarasi kemerdekaan Katalunya terpaksa ditangguhkan. Meskipun Presiden Katalan Carles Puigdemont dan pemimpin regional lainnya telah menandatangani deklarasi kemerdekaan dari Spanyol setelah munculnya referendum, namun terpaksa langkah tersebut tidak akan terwujud selama beberapa pekan ke depan.

Wakil Perdana Menteri Spanyol, Soraya Saenz de Santamaria menggambarkan Puigdemont sebagai sosok yang sama sekali “tidak tahu di mana dia berada dan kemana akan melangkah”.

Otoritas Katalunya menyatakan diambilnya langkah penangguhan ini agar memungkinkan terjadinya pembicaraan (dialog) dengan Pemerintah Spanyol di Madrid. Menurut Pemimpin Katalunya Carles Puigdemont, langkah sementara diambil dalam rangka memberikan ruang bagi pembicaraan lebih damai untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Seperti ditulis BBC, Rabu (11/10), Puigdemont dengan tegas mengatakan kepada parlemen daerah kalau keinginan rakyat adalah untuk melepaskan diri dari Madrid. Namun dia juga berharap ketegangan seputar masalah ini bisa berkurang.

“Kita semua adalah bagian dari komunitas yang sama dan kita harus maju bersama. Satu-satunya jalan ke depan adalah demokrasi dan perdamaian,” katanya kepada para deputi.

Puigdemont juga menjelaskan kalau Katalunya ditolak haknya untuk menentukan nasib sendiri. Namun harus membayar pajak terlalu banyak kepada pemerintah pusat di Madrid.

Dalam dokumen yang ditandatangani, pemimpin Katalan meminta agar Katalunya mau diakui sebagai negara yang berdiri sendiri, merdeka, serta berdaulat. Langkah tersebut segera diberhentikan oleh pemerintah pusat Spanyol di Madrid. Referendum yang dilaksanakan juga dinyatakan tidak sah oleh Mahkamah Konstitusi Spanyol.

catalonia
Presiden Catalan Carles Puigdemont saat menandatangani dokumen deklarasi kemerdekaan

Menteri Kehakiman Spanyol, Rafael Catala tegas menyatakan kembali sikap pemerintah Spanyol bahwa referendum itu ilegal dan hasilnya tidak sah.

Wakil Perdana Menteri Spanyol Soraya Saenz de Santamaria menanggapi perkembangan deklarasi kemerdekaan yang disampaikan pemerintah regional Katalan. Ia menegaskan kalau sama sekali tidak ada pihak yang dapat memaksakan mediasi.

Untuk tidak lanjut masalah ini, Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy berencana akan menggelar rapat kabinet luar biasa pada Rabu ini. Rapat tersebut diadakan untuk menentukan langkah-langkah terbaru yang harus dilakukan dalam krisis tersebut. Sebelumnya pada Selasa, Puigdemont menegaskan kepada parlemen Katalan di Barcelona bahwa wilayah tersebut telah memenangkan hak mereka untuk merdeka.

Berbagai speskulasi bermunculan, semuanya mengatakan kalau deklarasi kemerdekaan Catalunya ini akan menyebabkan Spanyol dalam krisis politik yang berkepanjangan.

Gejolak politik itu terjadi sejak rakyat Catalunya menginginkan referendum pada awal Oktober lalu yang dianggap tidak sah oleh Mahkamah Konstitusi negara Spanyol.

Di hadapan anggota parlemen Catalunya di Barcelona, Puigdemont tegas mengatakan kalau hasil referendum menunjukkan bahwa mayoritas warga wilayah otonomi itu menghendaki kemerdekaan.

Untuk itulah, “Kami meminta negara-negara dan organisasi internasional untuk mengaku republik Catalunya sebagai negara yang merdeka dan berdaulat,” katanya.

Dia juga tegas menyatakan kalau hasil referendum menunjukkan bahwa “rakyat berkehendak” untuk melepaskan diri dari Spanyol. Namun demikian, dia juga mengatakan dirinya ingin “mengurangi ketegangan” dengan Madrid terkait masalah ini.

“Saya mengusulkan untuk menunda upaya mendeklarasi kemerdekaan ini dengan menggelar dialog dengan Madrid,” kata Puigdemont kepada anggota parlemen.

Faktanya, sejauh ini memang sama sekali belum jelas apakah dokumen pernyataan kemerdekaan itu memiliki kekuatan hukum, karena referendum kemerdekaan yang digelar 10 hari lalu itu dilarang oleh Mahkamah Konstitusi. Selain itu, pemisahan diri harus mendapatkan pengesahan dan persetujuan dari parlemen Catalunya.

Warga Catalunya di Barcelona yang mendukung kemerdekaan menyambut positif isi pidato awal Puigdemont, tetapi banyak juga yang terang-terangan kecewa setelah mendengar sikap Puigdemont yang menunda tindakan lanjutan dari penandatanganan deklarasi kemerdekaan.

Referendum diikuti oleh sekitar 43% dari total pemilih dan dari angka tersebut lebih dari 90% mendukung kemerdekaan Catalunya.

Sebelumnya proses pemungutan suara, dihalang-halangi kepolisian Spanyol, sempat diwarnai denegan aksi kekerasan yang pada akhirnya menyulut protes kelompok pendukung kemerdekaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here