6 Fakta 51 Pria Macho Digerebek Saat Pesta Seks Gay di Harmoni

0
151
Ilustrasi gay.

JAKARTA- Belum lepas ingatan atas penggerebekan pesta seks gay yang terjadi di sebuah tempat gym di Kelapa Gading, beberapa waktu lalu, kini sebuah tempat sauna juga ditengarai membuka praktek seks kaum gay.

Pesta seks gay tersebut berkedok sebagai tempat Sauna dan Gym bernama T-1 di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat.

Lalu apa saja fakta-fakta yang terjadi di dalam penggerebekan tersebut?

KAUM GAY BIKIN RESAH WARGA

Fakta pertama. Peristiwa ini bermula dari laporan masyararakat yang resah dengan aktivitas pria penyuka sesama jenis atau gay di T-1 Sauna and Gym di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat. Mendapatkan laporan, Polres Metro Jakarta Pusat pun langsung melakukan penyelidikan dengan menyamar dan datang ke lokasi tersebut.

Hasil penyelidikan, ditemukan fakta bahwa benar adanya bahwa tempat sauna dan gym tersebut disalahgunakan sebagai tempat untuk melakukan aktivitas seks sesama jenis.

WARGA NEGARA ASING JUGA MEMBER

Saat didapati fakta demikian, Jumat malam 6 Oktober 2016, aparat kepolisian dari Polres Jakarta Pusat pun langsung melakukan penggerebekan. Saat penggerebekan tersebut, didapati 51 orang pria di dalam lokasi T-1 Sauna and Gym tersebut.

Ternyata, di dalamnya tidak hanya terdapat warga negara Indonesia. Akan tetapi, terdapat juga beberapa pria yang berasal dari negara lain atau warga negara asing, seperti dari Singapura, China, Thailand, dan Malaysia.

Polisi pun langsung melakukan penyelidikan dan mencari tahu, apakah kehadiran mereka membuktikan bahwa T-1 ini terkait dengan jaringan prostitusi gay internasional atau tidak?

BAYAR RP165 RIBU DAPAT KONDOM DAN PELUMAS

Saat dilakukan penggerebekan, polisi langsung menyita sejumlah barang bukti dan melakukan wawancara dengan pengelola tempat mesum berkedok gym tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Tahan Marpaung mengungkapkan bahwa setiap pengunjung yang mendatangi tempat gym tersebut diwajibkan membayar uang Rp165 ribu.

Dengan uang tersebut, pengunjung secara otomatis mendapatkan alat kontrasepsi alias kondom beserta pelumasnya. Setia[ pengunjung yang datang, bisa bersama pasangannya atau bisa juga memesan pasangan di tempat tersebut yang sudah disediakan, dan tentunya juga harus mengeluarkan biaya lagi untuk calon pasangannya. Setelah itu barulah masuk ke lokasi spa tersebut.

Tahan Marpaung mengungkapkan, saat penggerebekan terjadi, banyak pengunjung yang tengah melakukan aktivitas seksual sesama jenis di dalam bilik-bilik yang sudah disediakan pengelola.

Lokasi ruko T-1 Sauna and Gym.

BARANG BUKTI BERUPA SEKS TOYS

Dalam penggerebekan Jumat malam itu, pihak kepolisian tidak hanya mendapati 51 orang di dalam tempat gym berkedok mesum tersebut. Polisi juga menyita uang tunai Rp14 juta, alat gesek transaksi, juga sejumlah seks toys.

Ternyata, ungkap Tahan Marpaung, pengelola menjajakan seks toys bagi pengunjung yang membutuhkannya. Seks toys yang dijual di lokasi adalah dildo, vibrator, dan lain-lain. Jika ingin, mereka bisa membelinya di lokasi dengan harga bervariasi.

“Itu (seks toys) di luar uang masuk Rp165 ribu,” ungkapnya.

PENGUNJUNG SALAH MASUK

Fakta lain yang cukup unik adalah pengakuan salah satu satpam keamanan komplek ruko T-1 Sauna and Gym. Dia mengaku mendapatkan curahan hati salah seorang pengunjung yang salah masuk ke ruko tersebut.

Pria tersebut, inisialnya adalah TA. Satpam tersebut bercerita, awalnya TA hendak pergi ke tempat spa dan didapatilah tempat T-1 Sauna and Spa di kawasan Harmoni tersebut.

TA pun langsung masuk dan membayar tarif yang ditetapkan di pintu masuk sebesar Rp190 ribu. Tetapi sesaat setelah masuk, dia baru menyadari bahwa spa tersebut bukanlah spa yang dia maksud, yaitu dengan wanita cantik dan seksi. Setelah sadar, dia pun langsung balik kanan dan keluar dari ruko tersebut dan bercerita kepada satpam tersebut.

“Salah masuk, dia sudah bayar Rp 190 ribu, terus bilang ‘Salah masuk saya’. Kenapa tidak tanya-tanya ke satpam, ‘iya saya mau masuk ke Delta Spa , ih geli gua,” ungkap TA di Harmoni.

IZIN SPA T-1 LANGSUNG DICABUT

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta bertindak cepat dengan memberikan sanksi yang tegas terhadap managemen T-1 Sauna dan Spa. Izin usaha T-1 Sauna and Spa pun langsung dicabut.

Kepala Seksi Operasional Satpol PP DKI Jakarta Herry Aprianto menegaskan, pihaknya mencabut sementara izin usaha spa tersebut. Pasalnya, adanya pelanggaran izin, padahal T-1 baru saja beroperasi dua bulan lalu. Awalnya, T-1 mengajukan ijin untuk tempat fitness tapi faktanya tidak demikian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here