David Bond Cari Mangsa di Jakarta, Wanita Indonesia Diminta Hati-Hati

0
491
David Bond bersama wanita Asia.

JAKARTA- Wanita Indonesia diminta waspada. Seorang Vlogger yang diduga turis seks bernama David Bond telah tiba di Jakarta, Indonesia. Dia diduga tengah berkeliling Asia untuk merekam aktivitas mesumnya bersama wanita yang didapatinya saat “berwisata” tersebut.

Adalah sebuah akun Facebook bernama Bel Nielsen yang pertama kali menulis kekhawatirannya tersebut. Berikut postingannya:

David Bond bersama wanita Hong Kong

Turis sex ini sudah di Jakarta. Dia seneng bikin video Youtube dimana dia “mengajar’ cara dapat cewek asia seenaknya lewat App Tinder. Lalu dia bikin video (sex?) tanpa minta izin dl dan dia kemudian jual video itu online di “website VIP. Setahu aku dia udah lakuin ini di Taiwan, vietnam, thailand, dan Jepang sebelum ke Indonesia.,..

Bangga bgt si **jing ini, sok polayboy & sok ganteng padahal kita semua tahu alasannya dia dpt cewek itu karena warna kulitnya..emang luar biasa udah gitu bisa manfaatkan cewek-cewek dari negara2 miskin..coba lakuin ini di negara asalnya…semoga segera ketangpa dan diusiur dari benua Asia (atau mendingan diusir dari planet ini) untuk selamanya”

Bel Nielsen memang benar bahwa David Bond kini tengah berada di Jakarta. Dalam video terbarunya yang berdurasi 8 menit dan diunggah pada 3 Oktober kemarin, bertema “Meeting Locals and Buying Boxers in Jakarta”. Pada foto video tersebut, dia berpose bersama anak-anak kecil di Ibu Kota.

David Bond bersama wanita Jepang.

 

Dalam sebuah wawancara dengan media online Detik, David Bond membantah tudingan tersebut. Akun Facebook David Hunter, salah satu pengurus akun FB “David Bond” mengatakan bahwa itu adalah 100 persen bohong. Selain David Hunter, ada juga David Wong sebagai pengelola akun lainnya.

David Hunter yang mengaku sebagai David Bond itu membantah mengunggah video seks dari aktivitas mereka menjelajah Asia. Dia mengatakan bahwa itu hanyalah kebohongan yang dilakukan haters.

Menurutnya, berita seperti itu sudah dilakukan terhadap dirinya sejak dari tahun 2014 lalu saat di Hong Kong. “Mereka mengatakan saya membuat video seks, dan mereka percaya itu tanpa bukti,” ujarnya.

Dia pun menantang untuk menunjukkan bukti, website yang menunjukkan bahwa dirinya membuat video seks. “Ini hanya rumor orang iri untuk menyakiti saya,” katanya.

Pria yang disebut bernama asli Steven Mapel itu pun menunjukkan sebuah tautan video sebagai klarifikasi jika dirinya tak pernah membuat ataupun menyebarkan video seks. Judulnya: ‘David Bond Sex Videos?’. Video tersebut diunggah 3 Agustus 2016 lampau.

Dalam video yang sampulnya cukup provokatif, paha perempuan dan judul ‘Membawa Pulang Cewek Asia dari Mal ke Kasur dalam 55 Menit”. David menerangkan sampul video itu diambil di California Amerika Serikat. Dia memiliki pacar berdarah Asia di California, dan foto pacarnya itulah menjadi sampul video yang provokatif tersebut.

David Bond bersama wanita Asia di kamar.

 

Namun, jika dibuka isi videonya, itu hanyalah aktivitas dirinya dengan seorang cewek Asia yang tengah menikmati es krim, tanpa adegan seksual di kasur.

Begitu juga dengan situs thailandbydavidbond.com, yang menampilkan video-video dengan sampul gambar ekspose tubuh perempuan. Akan tetapi, isinya ternyata adalah video tentang membuka kunci kartu SIM ponsel, tentang menyiasati ATM, informasi visa, hingga taksi. Intinya, hanya sebuah panduan perjalanan.

Dalam websitenya, David mengaku tak pernah menyimpulkan bahwa perempuan Asia itu ‘gampangan’, menyatakan bahwa perempuan Asia suka pria ras kulit putih hanyalah mitos belaka, dan membantah tudingan bahwa dia merekam video tanpa persetujuan pihak perempuan.

Dia mengungkapkan, bahwa dari 80 hingga 90 persen kamera yang dia gunakan bisa dilihat orang-orang, sehingga orang-orang sadar bahwa dirinya sedang merekam video. Jika kemudian wanita tersebut tidak mau divideokan, maka dia tak merekamnya. Lalu, jika perempuan tersebut minta menghapus video, maka David akan menghapus video berisi wanita tersebut.

Mengenai tudingan bahwa situs David ditutup karena menyembunyikan sesuatu, dia pun menjawab:

Dia mengatakan banyaknya mengunjung yang datang membuat servernya mengalami down dan kini tengah diperbaiki. Websitenya rusak sejak Jumat malam lalu.

Mengenai nama asli David Bond yang disebut adalah Steven Mapel, dia kemudian bungkam dan tidak mau mengungkapnya. “Anda tak perlu tahu nama resmi saya,” jawabnya.

David Bond bersama wanita di Thailand.

Aksi David Bond pun bukan tanpa protes, adalah Kim Evelyn seorang keturunan Asia di New York membuat sebuah petisi di Change. org yang mendesak agar David Bond menghentikan aksinya mengeksploitasi wanita-wanita Asia untuk mencari uang dari video Youtube ataupun cara lainnya.

Petisi menolak aksi David Bond.

Sejauh ini petisi tersebut sudah didukung ribuan orang. Akan tetapi, apakah David Bond akan berhenti menjalankan aksinya dengan wanita-wanita lain di Indonesia?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here