Masuk 60 Pemain Muda Berbakat Dunia, Ortu Egy Maulana Tak Terima

0
168
Selebrasi Egy Maulana usai melesakkan gol ke gawang Kamboja.

JAKARTA- Penampilan Egy Maulana Vikri bersama timnas Indonesia U-19 dalam Toulon Tournament 2017 mencuri perhatian. Dinobatkan sebagai The Man of The Match membuat Egy Maulana masuk dalam Next Generation 2017: 60 of the Best Young Talents in World Football” atau 60 pemain muda berbakat dunia versi Guardian.

Dalam artikel tersebut, Egy Maulana disandingkan dengan beberapa pemain muda top lain dari klub-klub ternama dunia, seperti Vinicius Junior milik Real Madrid, Christian Fruechtl dari tim Bayern Munich, dan Alessandro Plizzari milik AC Milan.

Egy Maulana Vikri saat merayakan gol.

Egy dimasukkan Guardian ke dalam 60 top pemain muda dunia karena kualitas permainannya, kemampuannya men-drible bola, hingga ketenangan dalam bermain. Akibatnya, top skorer Piala AFF U-18 tahun 2017 itu menjadi satu-satunya perwakilan anak muda Asia Tenggara yang masuk dalam kategori tersebut.

“Pemain Indonesia ini menjadi topskorer turnamen ASEAN U-18 dengan delapan gol yang membuat negara pecinta sepakbola tersebut bergelora. Performanya saat itu membuatnya dijuluki Egy Messi dan kemampuan drible, kecepatan, serta ketenangannya saat memegang bola sangat mengesankan,” tulis Guardian.

Lain itu, Egy juga ditulis Guardian sebagai pemain yang menonjol di Toulon Tournament 2017. Bahkan, Egy mendapat sanjungan dari pelatih Espanyol B David Gallego saat uji coba dengan Timnas U-19 belum lama ini.

Tapi penobatan Egy Maulana Vikri sebagai anak muda bertalenta mirip bintang Barcelona, Lionel Messi, sehingga disebut Guardian sebagai Egy Messi, tak membuat orangtuanya senang.

Egy Maulana Vikri

Orangtua Egy Maulana Vikri menyampaikan ketidaksenangan tersebut kepada pelatih timnas U-19, Indra Sjafri. “Ini saya ditelepon orangtua bapaknya Egy. Dia marah jika anaknya disebut Egy Messi. Dia bilang ‘anak saya bukan Lionel Messi. Anak saya bisa lebih hebat dari Messi’,” urai Indra Sjafri mengungkapkan telepon Syarifudin, orangtua Egy Maulana Vikri.

Indra pun meminta media tidak terlalu membesar-besarkan terlebih dahulu anak asuhnya. Pasalnya, mereka masih remaja, 17-18 tahun. Dan dia berharap media ikut mengawal hal itu.

“Ini kan anak-anak usia 17-18 tahun. Kalau saya dipuji paling hidung saya naik dikit, kalau dicaci maki pun tak masalah. Maka itu, saya berharap media terus mengawal mereka termasuk bisa menginformasikan siapa saja pemain bagus yang bisa direkomendasikan ke saya,” kata Indra.

Lalu, bagaimana dengan pendapat Egy Maulana Vikri sendiri?

Pemain kelahiran tahun 2000 itu mengaku sangat bersyukur dengan pujian tersebut. Tapi, tidak tidak mau jumawa, karena dirinya masih sangat muda.

Alhamdulillah. Saya belum apa-apa. Masih panjang juga perjalanan (karir) saya,” kata Egy merendah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here