Ini 14 Titik CCTV Bersuara di Jakarta, Awas Jangan Langgar Lalu lintas

0
84
Lokasi kantor CCTV Bersuara.

JAKARTA- Dinas Perhubungan DKI Jakarta kini telah memiliki Closed Circuit Television atau CCTV Bersuara di Jakarta. Lokasinya ada di 14 titik, jadi mulai sekarang berdisiplinlah, jangan sampai melanggar lalu lintas!.

Sebenarnya, sebanyak 650 unit CCTV sudah terpasang di seluruh wilayah di DKI Jakarta, sesuai dengan permintaan pemerintah provinsi DKI Jakarta. Akan tetapi, dari jumlah tersebut, baru 14 titik CCTV bersuara di DKI Jakarta.

CCTV bersuara di DKI Jakarta tersebut ditujukan untuk menegur pengendara lalu lintas yang melakukan pelanggaran lalu lintas, di antara 10 macam pelanggaran lalu lintas di bawah ini:

CCTV Bersuara
  • Menerobos lampu merah
  • Tidak gunakan helm
  • Tidak menyalakan lampu kendaraan
  • Tidak membawa surat kelengkapan berkendara
  • Melawan arus
  • Melanggar rambu lalu lintas
  • Menerobos jalur busway
  • Penggunaan kendaraan tidak memperhatikan aspek keselamatan
  • Tidak menggunakan spion
  • Berkendara melewati trotoar

Berikut 14 titik CCTV bersuara atau yang telah dilengkapi pengeras suara di DKI Jakarta:

  1. PTZ – Kebon Sirih Thamrin
    PTZ – Patung Kuda
    3.PTZ – Hotel Milenium
    4.PTZ- Sunan Giri
    5.PTZ – Harmoni
    6.PTZ – TU Gas
    7.PTZ – Blok Y1 – Jalan Panjang
    8.PTZ Blok A13 – Jalan Panjang
    9.PTZ Kedoya Pesing – Jalan Panjang

    10.PTZ Sunrise Garden – Jalan Panjang
    11.PTZ – Kedoya Green Garden – Jalan Panjang
    12.PTZ – Kedoya Duri – Jalan Panjang
    13.PTZ – Lapangan Bola – Jalan Panjang
    14.PTZ – Pos Pengumben – Jalan Panjang.

E-Tilang Kapan Berlaku?

Meskipun sebanyak 14 CCTV sudah terpasang, lengkap dengan pengeras suara, pihak kepolisian belum memberlakukan E-Tilang dari pelanggaran yang terlihat dalam CCTV tersebut. Pasalnya, saat ini belum siap.

“Uji coba pernah dilakukan, tetapi saat ini belum siap,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagarra di Mapolda Metro Jaya, belum lama ini.

Halim beralasan, DKI Jakarta belum siap menerapkan E-Tilang, berkaitan dengan infrastruktur data kependudukan. Atas dasar itu, diperlukan adanya integrasi pendataan dari tingkat pusat hingga daerah. Data tersebut penting untuk mengetahui bagaimana cara menilang seorang pengendara yang berada di Jakarta, tapi asalnya dari luar Jakarta.

Selain kendala tersebut, sumber daya manusia juga menjadi kendala besar dalam program E-Tilang tersebut.

Hingga saat ini, CCTV yang sudah dilengkapi pengeras suara dipergunakan untuk merekam tindakan dan juga memberikan secara langsung kepada pengendara yang melanggar di lokasi tersebut.

Lokasi kantor CCTV Bersuara.

Tindakan teguran hukum terbagi dua, tergantung jenis pelanggarannya. Pertama melakukan teguran atau bisa juga melakukan tindakan persuasive, jika pengendara motor melanggar kategori biasa, seperti tidak menggunakan helm.

Jika semua sudah siap, maka e-Tilang sudah bisa diberlakukan. Caranya, dengan mengirimkan surat melalui kantor pos untuk menyampaikan kepada si pelanggar ke alamat rumahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here