Pulang Diam-Diam, Setya Novanto Langsung Pecat Yorrys Raweyai

0
79
Yorrys Raweyai dan Setya Novanto (foto: Ist)

JAKARTA- Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto diam-diam sudah pulang dan meninggalkan ruang rawat inap RS Premier Jatinegara. Pihak rumah sakit menyebut Setnov sudah pulang sejak Senin 2 Oktober 2017 malam.

“Sudah pulang, kemarin sekitar pukul 20.00 WIB,” ungkap Sukendar, Kepala Humas RS Premier. Padahal, saat itu sejumlah wartawan sudah menunggu di depan pintu keluar, pasalnya sudah mendengar kabar bahwa Ketua DPR itu akan pulang pada hari tersebut.

Diduga, Setya Novanto disembunyikan di dalam mobil mewah yang keluar dari RS Premier sekira pukul 21.45 WIB, dengan iringan mobil Patwal. Kedua mobil tersebut bernopol BP 1974 PG dan B 2941 FR. Lain itu, mobil yang bisa mengawal Setnov juga meninggalkan rumah sakit pada jam yang sama.

Setya Novanto dan istrinya di rumah sakit, terlihat monitor menunjukkan tanda datar, tak ada tanda kehidupan.

Setya Novanto memang sudah santer terdengar akan pulang dari rumah sakit, setelah sidang praperadilan mengabulkan gugatannya pada Jumat 29 September 2017. Pengadilan Praperadilan yang dipimpin Hakim Cepi Iskandar memutuskan bahwa penetapan tersangka Setya Novanto tidak sah, dan melanggar prosedur. Sebab itu, hakim meminta KPK tidak melanjutkan pengusutan Setnov sebagai tersangka.

Hakim Cepi Iskandar

Yang menarik, walaupun masih berada di rumah sakit, Setya Novanto meneken sebuah surat penting, yaitu struktur pengurus DPP Partai Golkar yang baru. Di dalam struktur yang diteken Setya Novanto dan Idrus Marham tersebut, tidak terdapat nama Yorrys Raweyai yang sebelumnya menjabat sebagai Korbib Polhukam DPP Partai Golkar. Nama Yorrys diisi oleh Letjen (purn) Eko Wiratmoko.

Aziz Samual, Ketua DPD Golkar Papua mengungkapkan bahwa surat tersebut sudah diteken pada Senin 2 Oktober 2017 oleh Ketua Umum dan Sekjen, Setnov dan Idrus Marham.

“Ada SK-nya. Kalau tidak ada, mana mungkin saya bicara. SK-nya diteken Ketum dan Sekjen,” ungkap Azis.

Yorrys sendiri mengaku belum tahu kabar tersebut. Dia menilai partai politik punya mekanisme. “Ini bukan perusahaan pribadi, enggak main suka-suka. Ini kan ada aturannya,” ujarnya.

Diketahui, saat Setya Novanto berada di rumah sakit beredar sebuah foto Ketua Umum Partai Golkar tersebut tengah diinfus dan mendapatkan oksigen. Tapi foto tersebut di-bully di sosial media, karena tanda monitor yang menunjukkan tanda datar, tidak bergerak naik-turun seperti orang yang tengah dirawat kritis.

Mengomentari hal itu, Yorrys pun merasakan keanehan yang sama dengan netizen di media sosial.

“Soal foto itu, ya? Itu, sekarang gini, masak selang sudah terpasang di mana-mana tapi di monitor itu datar-datar saja, kayak orang mati,” kata Yorrys saat berada di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Kamis 28 September.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here