Ternyata, 80 Persen Wanita Menjanda di Bekasi karena Medsos

0
54
Ilustradi cerai.

BEKASI- Berhati-hatilah dengan media sosial. Jika tidak digunakan dengan baik dan hal positif, bisa berdampak buruk. Salah satu dampak buruknya adalah menjadi penyebab utama dalam perceraian di dalam keluarga.

Hal itu terungkap dari data Pengadilan Agama wilayah Kota Bekasi. Dari data yang mereka miliki, sebanyak 2.231 pasangan yang bercerai sepanjang Januari-September 2017, ternyata 1.862 di antaranya adalah karena kasus perselingkuhan, 111 faktor ekonomi, dan 121 faktor poligami.

Dari 1.862 kasus perceraian, ternyata pemicu utamanya adalah maraknya sosial media yang dipakai para suami-istri.

Humas Pengadilan Agama Kota Bekasi Jazilin di kantornya mengungkapkan fakta bahwa akibat media sosial dari SMS, whatsapp dan jejaring sosial lainnya, 80 persen menjadi penyebab kasus perceraian.

Dari perceraian tersebut, gugatan didominasi oleh wanita. Berawal dari rasa curiga sang istri, yang diduga telah melakukan perselingkuhan.

Media sosial saat ini ternyata menjadi penyebab tertinggi angka perceraian di Kota Bekasi, Jawa Barat. Pihak wanita yang paling banyak menginginkan perceraian.

“Biasanya salah satu pihak, baik pihak lelaki atau pihak perempuan, saat handphonenya tidak boleh dilihat pasangannya, akhirnya ketahuan (berselingkuh),” urai Jazilin.

Menurutnya, banyak laki-laki atau wanita awalnya tidak berani bicara langsung. Jadi lihat dan berkomunikasi di media sosial terlebih dahulu, baru kemudian dilanjutkan dengan bertemu langsung atau kopi darat.

Sebab itu, Jazilin mengimbau pasangan suami istri untuk tetap berkomunikasi secara langsung dengan pasangan, sehingga tidak ada kecurigaan di antara kedua belah pihak. Fatal dampaknya, jika tidak dikontrol dengan baik.

Lain itu, dia juga mengimbau bagi suami-istri untuk menjaga etika saat berkomunikasi dengan wanita atau pria lain lewat sosmed. “Jangan sampai kebablasan,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here