Viral, Foto Putri Presiden Menyusui Anaknya dengan Berpakaian Dalam

0
183
Aliya Shagieva
Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KYRGYSTAN- Sebuah foto putri termuda Presiden Kyrgystan membuat heboh. Foto hanya dengan mengenakan pakaian dalam sambil menyusui bayinya itu memicu perdebatan mengenai seksualitas dan menyusui.

Di dalam foto yang diunggah di sosial media, Aliya Shagieva menuliskan di bawah fotonya “Saya akan memberinya makan, kapanpun, dan dimanapun dia butuh makan”.

Aliya Shagieva

Tapi tak lama kemudian, Shagieva mencabut foto tersebut setelah dituding tidak bermoral. Tapi, dalam sebuah wawancara dengan BBC dia mengaku bahwa foto tersebut tidak bertujuan untuk seksualitas.

Kritik yang datang bukan hanya dari pengguna sosmed, kedua orangtuanya Presiden Almazbez Atambayev dan istrinya, Raisa juga tidak senang dengan foto tersebut. “Mereka benar-benar tidak menyukainya. Ini karena generasi muda tidak konservatif seperti orangtua mereka,” katanya.

SIAPA ALIYA SHAGIEVA?

Lahir dan menjadi putri Presiden di negara dengan muslim tradisional eks pecahan Uni Soviet, Aliya Shagieva sangat berani dan berbeda. Dia terbuka dan membagi pengalaman di masa kecilnya yang kesepian, karena kesibukan kedua orangtuanya.

Dalam kesempatan itu, dia berbicara soal kesenjangan generasi dan kompromi dengan orangtua, terutama perihal aktivitasnya di sosmed.

“Ibu saya menerima pesan dari ‘teman-teman’nya mengenai saya,” kata dia. “Sekarang saya sendiri merupakan seorang ibu, saya mengetahui apa yang ibu saya alami dalam membesarkan saya.”

Walaupun putri seorang presiden, Aliya tidak memiliki ambisi politik. Dia hanya aktif mendukung anak-anak penyandang Down syndrome dan hak binatang. Pasalnya, masyarakat Kyrgyzstan memiliki ingatan mengenai anak-anak dua presiden sebelumnya yang terlibat dalam politik dan bisnis, kedua pemimpin tersebut digulingkan. Tetapi pemimpin saat ini telah berjanji anak-anaknya tidak akan terjun ke politik.

Aliya Shagieva

Kyrgyzstan merupakan republik eks-Soviet yang berpenduduk mayoritas Muslim. Secara sosial merupakan konservatif tetapi dapat menerima perempuan yang menyusui di depan publik.

Perempuan tampak di taman-taman atau tempat publik lainnya tengah menyusui bayi-bayi mereka, tetapi biasanya berupaya dan menutup payudaranya dengan sepotong kain.

Ketika foto Shagieva diunggah, sejumlah pengguna media sosial berpikir tak perlu mengunggah sebuah foto momen yang intim; yang lainnya mencelanya karena tidak sopan.

Dan fotonya yang tengah menyusui menarik perhatian sampai di luar Kyrgyzstan – dipublikasikan oleh koran dan situs di sejumlah negara termasuk di Eropa. Banyak pengguna media sosial memujinya karena mendobrak hal yang tabu seputar tubuh perempuan.

Pertanyaan mengenai menyusui di ruang publik menjadi debat di banyak negara, termasuk Inggris – di mana seorang perempuan diminta untuk menutup payudaranya ketika menyusui bayinya di restoran terkenal di London Claridges Hotel pada tiga tahun lalu. Kasus itu memicu kemarahan.

Ketika BBC dalam berbagai bahasa menyiarkan wawancara dengan Aliya Shagieva, memicu perbincangan online. Hasilnya menunjukkan bahwa adanya perbedaan budaya dan praktik menyusui di negara-negara Muslim.

Perempuan dari Iran membagikan pengalaman mereka mengenai tekanan yang mereka rasakan ketika menyusui di ruang publik.

“Orang-orang menatap saya dari dekat, saya harus menutupi diri saya dan bayi atau membiarkannya lapar,” kata seorang ibu di Teheran.

Perempuan lainnya memuji dibangunnya ruang ibu dan anak di Stasiun MetroTeheran.

Seorang perempuan dari Kabul, Afghanistan, Zarifa Ghafari, membagikan kisah dari keluarga besarnya, yang mengatakan ibu-ibu harus pergi ke ruangan tersendiri untuk menyusui:

“Dia tidak dapat melakukannya di depan yang lain. Jika dia melakukannya dia akan menghadapi reaksi keras dari anggota keluarga yang lebih tua. Ini merupakan sebuah isu yang besar, tetapi secara perlahan ada perubahan budaya.”

Perempuan Afghan lain, Nageen bercerita tentang pengalamannya belanja bersama dengan ipar perempuannya.

“Kami terpaksa harus membeli sejumlah hadiah jadi dia dapat menyusui bayinya di sebuah toko. Dia duduk di sana dan menutupi dirinya dengan sebuah selendang yang besar.”

Seorang pengguna Facebook di Turki mengatakan, dia sendiri memilih untuk menutupi payudaranya ketika menyusui bayinya. “Saya tidak melakukannya di depan orang. Saya menggunakan penutup. Banyak orang yang masih terangsang dengan payudara.”

Victoria Tahmasebi, seorang perempuan dan ahli studi gender di Universitas Toronto menuliu cuitan: “Dari sudut pandang kapitalis payudara perempuan dapat menghasilkan keuntungan sepanjang mereka diseksualisasi. Menyusui di depan publik membuat payudara perempuan kurang seksi, karena itu tidak dapat diterima.”

Ketika foto Aliya Shagieva memicu debat – dia akhirnya mencabutnya karena orangtuanya khawatir terhadap sorotan “yang dapat membahayakan keluarga muda itu.” Tetapi itu tidak menghentikannya untuk berbicara, dan itu tidak menghentikan perdebatan.


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here