Video Pengakuan Wanita Yazidi, Diperkosa Tentara ISIS Setiap Hari

0
815
Ekhlas.
Share
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA- Apa yang dialami Ekhlas, wanita dari etnis minoritas Irak, Yazidi, sungguh sangat kejam dan tak dapat terbayangkan. Setelah diculik ISIS dari rumahnya, dia dijadikan budak seks militan ISIS setiap hari, selama 6 bulan.

Cerita memilukan tersebut, dituangkan Ekhlas, dalam sebuah wawancara kepada BBC. Ekhlas mengaku, dirinya diculik ISIS dari rumahnya saat masih berusia 14 tahun. Tak sendiri, saat itu dia diculik bersama 150 wanita lainnya, sedangkan pria langsung dibunuh di tempat.

Ekhlas, korban penculikan ISIS.

Kemudian, selama 6 bulan, Ekhlas ditempatkan di sebuah kamp dan mengalami pemerkosaan hampir setiap hari, selama enam bulan. “Selama 6 bulan, dia memerkosa, saya pernah berusaha untuk bunuh diri,” ungkap wanita berambut panjang

“Selama enam bulan, ia memperkosa saya. Saya berusaha untuk bunuh diri,” ungkap wanita cantik berambut panjang tersebut.

Menahan emosi, Ekhlas menggambarkan pria yang memerkosanya. Pria tersebut sangat jelek, mirip monster dengan rambut panjangnya. “(Badannya) baunya sangat buruk, saya sangat takut, hingga tidak mampu menatap wajahnya,” urai Ekhlas menceritakan kepedihan yang dialaminya.

Beruntung, Ekhlas mengalami nasib baik. Saat pemerkosanya tengah keluar dari kamp pengungsi untuk bertarung, dia memanfaatkan momentum tersebut untuk kabur dari tenda tersebut.

Ekhlas tampak sangat menahan emosi saat menceritakan kepedihan hidup yang dialaminya tersebut, dengan sangat tegar. Hingga tak setetes pun air matanya mengalir. “Air mataku sudah habis,” ujar Ekhlas.

Ekhlas, korban penculikan ISIS.

Usai berhasil melarikan diri dari kamp tersebut, Ekhlas kini tinggal di Negara Jerman. Di negara tersebut, dia mendapatkan pendidikan dan juga terapi. Kini dia menatap hidupnya dengan lembaran baru, dan berharap suatu saat nanti menjadi seorang pengacara.

Sejak ISIS menguasai Kota Sinjar, Irak pada Agustus 2014 lalu. Etnis Yazidi yang menempati kota tersebut menjadi korban kebrutalan militant ISIS. Ribuan orang ditawan, dan wanita menjadi budak seks mereka.

Juni 2016, Kantor Berita Kurdi, ARA News mengabarkan sebanyak 19 orang gadis Yazidi yang menolak melayani seks tentara ISIS, dibakar dalam kondisi hidup-hidup di Mosul, Irak. Mereka dimasukkan ke dalam kurungan besi, dan kemudian dibakar hidup-hidup. “Mereka dihukum karena menolak hubungan seks dengan anggota ISIS,” ujarnya.

Ekhlas.

Bahkan, hukuman tersebut dipertontonkan di depan ratusan orang untuk menimbulkan rasa takut di antara mereka, sehingga tidak ada lagi penolakan terhadap ISIS.

Jurnal mingguan PLOSMedicine memperkirakan 9.900 orang dari etnis Yazidi tewas dan ditawan. Di antara jumlah tersebut, 3.100 di antaranya dibunuh, ditembak, dipenggal atau dibakar hidup-hidup.


Share
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here