Ini 4 Tanda Anak Jadi Korban Bullying, No 3 Penting Diwaspadai

0
124
Ilustrasi korban bully.
Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA- Jika mendadak anak merengek tidak mau masuk sekolah, orangtua harus berhati-hati. Coba cari tahu, bisa jadi anak Anda telah menjadi korban perundungan atau bullying di sekolah. Pasalnya, biasanya anak tidak mau atau takut bercerita. Lalu, apa lagi tanda-tanda anak telah menjadi korban perundungan?

Setidaknya ada 4 tanda anak-anak telah menjadi korban perundungan:

Ilustrasi korban bully.
  1. Semangat pergi ke sekolah menurun.

Jika biasanya anak anda bersemangat berangkat ke sekolah, lalu mendadak tiba-tiba dia enggan, tidak mau, bahkan merengek untuk tidak sekolah, bisa jadi anak anda menjadi korban perundungan/

Biasanya anak yang menjadi korban bully tidak menyukai rutinitasnya untuk bersekolah. Takut jika ke sekolah, dia akan kembali dianiaya teman-temannya yang menjadi pelaku bullying.

Jika sudah seperti itu, orangtua harus mencari tahu, apa penyebab si anak tidak mau bersekolah. Apakah dia menjadi korban bully teman-temannya di sekolah, jika benar, segera cari solusinya. Temui wali murid atau pihak sekolah untuk mencari jalan keluar terbaik, agar si anak tidak kembali menjadi korban bully.

Jika orangtua tidak segera mencarikan solusi, maka dampak psikis yang dialami anak akan menjadi berat, dan semakin sulit mencari solusinya.

  1. Sering murung dan mengurung diri di kamar

Pulang sekolah anak selalu menampakkan wajah murung, cemberut, tidak semangat. Atau mendadak, dia lebih suka berada di dalam kamarnya. Padahal, biasanya dia selalu ceria, semangat, dan tidak terlalu suka menghabiskan waktu di kamar.

Jika menemukan tanda-tanda tersebut, segeralah mencari tahu. Dekati anak-anak dengan baik, cari tahu apa yang sedang terjadi kepada dirinya. Bisa jadi anak telah menjadi korban bully di sekolahnya.

Jangan sampai lengah, jika anak selalu murung dan mengurung diri di kamar, lalu tidak diperhatikan maka akan berdampak sangat buruk bagi psikisnya. Dia akan merasa tidak memiliki perlindungan, tidak akan yang membantunya, menjadi sahabat dekatnya untuk menceritakan masalahnya.

Bantu dia untuk menyelesaikan masalahnya, karena anak yang cenderung sering merenung dan kurang bersosialisasi akan menjadi anak yang minder, dan takut bersaing positif dengan teman-temannya dalam belajar.

Ilustrasi korban bully.
  1. Prestasi anak di sekolah menurun

Biasanya anak rajin belajar, hingga memiliki prestasi atau ranking di sekolahnya. Tapi, mendadak prestasinya menurun, rankingnya anjlok tajam. Jangan langsung menyalahkan anak, menudingnya malas dan lain sebagainya. Cari tahu apa penyebabnya.

Jangan-jangan anak telah menjadi korban perundungan di sekolah, sehingga tidak memiliki semangat lagi belajar apalagi menempuh prestasi di sekolahnya. Karena anak yang telah menjadi korban perundungan, tidak akan bersemangat belajar atau menerima pelajaran di sekolah. Dia akan selalu memikirkan perundungan yang terjadi kepadanya.

  1. Tidak mau mengikuti kegiatan bersama teman sekolah

Biasanya anak-anak selalu suka menjalankan aktivitasnya bersama teman-temannya, baik di sekolah atau di luar sekolah.

Jika Anda mendapati anak tidak mau bermain dengan teman-temannya di sekolah atau di luar sekolah, anda patut curiga. Khawatir anak Anda menjadi korban perundungan.

Dia takut bermain dengan temannya, karena di sana ada temannya yang menjadi pelaku perundungan kepada dirinya. Jika itu benar, segeralah mencari solusinya dengan baik. Jangan sampai, perundungan tersebut terus berlanjut kepadanya.

Perundungan atau bullying memiliki dua jenis, pertama perundungan dilakukan secara fisik, kedua ada yang melakukan perundungan dengan cara verbal atau ucapan.

Contoh Bullying dengan kontak fisik:

  • Memukul
  • Mendorong
  • Berkelahi
  • Menendang dan menjitak
  • Meneriaki seseorang
  • Mengambil barang milik orang lain
  • Contoh Bullying dengan kontak verbal:
  • Memberi panggilan nama (name- calling)
  • Mengganggu, mengabaikan, mengucilkan
  • Menyebarkan gosip

Sikap orangtua dalam mengenali tanda-tanda atau gejala anak menjadi korban perundungan sangatlah penting. Jangan menunggu mereka bicara, karena biasanya anak korban bulling selalu mengalami kesulitan mengutarakan apa yang mereka alami.

Orangtua juga harus bersikap bijak dalam mencari solusi atas bullying yang menimpa anak. Jangan langsung tersulut emosi dan melakukan hal yang bisa berdampak negatif kepada anak pelaku bullying. Lakukan dialog kepada wali murid, pihak sekolah, dan juga orangtua pelaku bullying.

Ajak mereka untuk sama-sama mencari jalan keluar, solusi, agar kejadian bullying tidak terjadi kemudian hari, baik kepada anak Anda, ataupun kepada anak-anak yang lain.


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here