Ini Prestasi dan Tugas yang Belum Tuntas Kapolda Metro M Iriawan

0
133
Irjen M Iriawan
Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA- Kapolda Metron Jaya Irjen M Iriawan resmi mengakhiri masa jabatannya yang sudah dijabat sejak 23 September lalu. Selanjutnya, dia akan bertugas sebagai Asisten Operasi (Asops) Kapolri. Selama 10 tahun menjabat, sudah banyak prestasi diraih, tapi ada juga tugas yang belum tuntas diselesaikan.

Menggagalkan Penyelundupan Sabu 1 Ton

Yang terbaru adalah keberhasilan menggagalkan penyelundupan 1 ton sabu asal China yang dibawa jaringan narkoba internasional dari WN Taiwan. Rencananya, sabu dalam jumlah yang sangat besar itu  akan diedarkan di Jakarta dan sekitarnya.

Irjen M Iriawan

Penggagalan penyelundupan sabu 1 ton merupakan yang terbesar sepanjang sejarah pemberantasan narkoba. Aksi penyelunsupan terungkap setelah Polisi mendapat informasi dari Kepolisian Taiwan akan adanya pengiriman sabu ke Indonesia dalam jumlah besar, dilakukan 6 WN Taiwan. Sabu diselundupkan via Kapal Wanderlust yang berlayar dari Taiwan sejak Juni 2017 lalu.

Kapal tersebut berangkat dari pelabuhan Kaohsiung City Taiwan kira-kira tanggal 17 Juni, hingga tiba di Indonesia Juli 2017.

Menangkap Pembunuh Italia

Kurang dari sebulan, Irjen M Iriawan dan jajarannya berhasil menangkap pelaku perampokan sekaligus penembakan Italia Chandra Kirana Putri (23). Salah satu pelaku terpaksa ditembak mati tim gabungan Polda Metro karena melakukan perlawanan. Janji M Iriawan kepada kedua orang tua saat pemakaman Italia akhirnya tertunaikan.

Tak lama rekan perampok lainnya, Sudirman memilih menyerahkan diri beberapa hari setelah rekannya ditembak polisi. Dia mengaku sudah lelah bersembunyi dan merasa hidupnya tidak tenang usai merampok sekaligus membunuh koas dokter gigi itu, Italia.

Menangkap Perampok Sadis di Daan Mogot

Polda Metro dipimpin Irjen M Iriawan juga berhasil menangkap perampok sadis yang menembak mati Davidson Tantono (31) di Daan Mogot, Jakarta Barat. Pelaku kemudian menggasak uang Rp300 juta, uang THR karyawan Davidson Tantono. Tim Iriawan sukses mengungkap kasus hingga apa saja peran masing-masing pelaku yang dipimpin tersangka Safril.

Kapten perampokan, Safril ditembak mati karena melawan, sisanya ditangkap secara terpisah dalam pengejaran tim kepolisian, salah satunya adalah calon kepala desa di Lampung.

Pembunuhan Sadis di Pulomas
Perampokan sadis di perumahan mewah di Pulomas, Jakarta Timur, sempat membuat geger publik Jakarta. Tapi, satu persatu pelaku yang tega mengurung korban di dalam sebuah kamar mandi sempit itu berhasil diringkus. Para pelaku bertindak profesional dan sadis dalam melakukan aksinya.

Tindakan mereka memasukkan korban ke ruangan sempit, dikuci, dimatikan lampu, dan gerendelnya dipatahkan, berarti pelaku profesional dan tidak sekali melakukan perbuatan jahat tersebut.

CCTV rumah yang menunjukkan detik-detik saat Ridwan Sitorus alias Ius Pane cs merampok di rumah Dodi Triono di Pulomas, Jakarta Timur, diungkap M Iriawan..

Jaga dan Amankan Aksi Bela Islam

Dalam memimpin Polda Metro Jaya, Irjen M Iriawan juga berhasil mengamankan aksi terbesar dalam sejarah umat Islam Indonesia, yaitu aksi 212. Aksi yang dikhawatirkan berlangsung  rusuh itu akhirnya berlangsung damai.

Bahkan, Presiden Joko Widodo dan sejumlah anggota kabinet ikut salat Jumat bersama massa aksi didampingi Kapolri dan Irjen Pol M Iriawan, sebagai penanggungjawab keamanan wilayah DKI Jakarta.

Pilkada DKI Jakarta Aman

Lain itu, yang juga berhasil diamankan Irjen M Iriawan adalah pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta. Pilkada yang dikhawatirkan terjadinya benturan berhasil diamankan Polda Metro Jaya, sehingga walau ada sedikit gesekan, tapi Pilkada berlangsung aman dan lancar.

Kasus Novel yang Belum Tuntas

Walau begitu, Irjen M Iriawan masih memiliki utang yang belum berhasil dilunasi, yaitu kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan.

Polisi masih memperbaiki sketsa wajah pelaku dengan cara menggandeng tim IT. Polisi juga melacak ke sejumlah toko kimia yang menjual air keras untuk mengusut pelaku teror. Sudah ada 21 toko yang didatangi polisi, tapi belum dapat titik terang.

“Toko kimia sudah kami identifikasi. Tentunya akan ke sana menanyakan pembeli-pembeli, kira-kira sebelum tanggal itu (kejadian),” ujar M Iriawan.

Rizieq yang Belum Pulang

Kasus lainnya yang belum berhasil dituntaskan M Iriawan adalah kepulangan Rizieq Shibah, tersangka kasus chat mesum dengan Firza Husein. Sejak pemeriksaan kedua, Rizieq Shihab mangkir dan kini menetap di Arab Saudi.

Sudah beberapa kali polisi berupaya dengan menggunakan red notice, takan tetapi ditolak interpol, karena tidak lengkap syaratnya. Akhirnya, mereka menggunakan blue notice, dan menunggu kepulangan Rizieq Shihab, sembari terjalinnya komunikasi antara GNPF dengan pihak Istana.


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here