10 Kali Dicabuli, Ini Cerita Pertama Kali Nenek JW Cabuli Ar

0
1043
Nenek JW.
Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PALEMBANG- Palembang dihebohkan dengan aksi pencabulan seorang nenek berusia 61 tahun terhadap bocah SMP (sebelumnya disebut SD) berusia 13 tahun berinisial Ar. Polisi menduga Nenek JW melakukan 10 kali pencabulan, lalu bagaimana peristiwa pertama kali bisa terjadi? Berikut pengakuan bocah berinisial Ar.

Didampingi orangtuanya, kepada polisi Ar mengaku peristiwa pencabulan pertama kali terjadi beberapa bulan terakhir. Saat itu, Ar tengah bermain di sekitar rumahnya, di kawasan Ilir Barat I Palembang. Mendadak dia dipanggil Nenek JW untuk mendatangi rumahnya, yang kebetulan masih tetangganya.

Nenek JW.

Dengan polos, Ar mendatangi rumah Nenek JW. Setiba di rumahnya, Ar disuruh masuk ke dalam rumah, dan diajak menuju ke kamarnya untuk diajak berhubungan intim oleh Nenek JW. Ar mengaku tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia takut dimarahi nenek JW.

Kejadian tersebut tidak sekali, tapi Nenek JW berulang kali memanggil dirinya ke rumah dan kembali mengajak berhubungan intim. Bahkan, untuk memuluskan aksi birahinya itu, Nenek JW mengancam akan membunuh Ar, apalagi jika dirinya melapor kepada orangtuanya. Nenek JW juga mencoba membungkam mulut Ar dengan memberikannya uang Rp15 ribu setiap setelah berhubungan intim.

Bangkai yang disimpan lama-lama akan tercium barunya, begitulah kata pepatah. Aksi cabul Nenek JW akhirnya ketahuan juga.

Saat itu, ibu korban curiga setiap kali Nenek JW bertandang ke rumahnya, jika bertemu JW, kerap kali terlihat berbisik, tidak diketahui apa yang dibicarakan. Demi memenuhi rasa penasaran, sang ibu memanggil anaknya, dan mendesak ada apa antara dirinya dengan Nenek JW. Dari situlah, sang anak bercerita bahwa dirinya seringkali dicabuli Nenek JW.

Bak petir di siang bolong saat sang ibu mendengar pengakuan anaknya yang masih duduk di SMP tersebut. Setelah musyawarah dengan keluarga, Nenek JW pun dilaporkan ke Polresta Palembang.

Nenek Jawo secara terpisah mengaku siap memberikan fakta yang sebenarnya kepada polisi perihal laporan keluarga Ar kepada dirinya. Aslinya sang nenek bernama Harni, tapi karena berasal dari Madura, Jawa Timur, sang nenek pun diberi sebutan Nenek Jawo.

Nenek Jawo setiap harinya mencari nafkah sebagai tukang urut, ada juga warga yang mempekerjakannya sebagai pencuci pakaian. Di waktu senggang, Nenek Jawo mencari barang rongsokan. Suaminya, Gimin (70) kondisinya tengah sakit-sakitan.

Keluarga korban nenek JW saat melapor.

Setelah diperiksa, Nenek Jawo mengakui telah melakukan hubungan intim 8 kali dengan bocah berinisial Ar. Itupun dilakukan atas dasar suka sama suka. Nenek Jawo mengaku, Ar sering datang ke rumahnya, bahkan dia menganggapnya seperti anak sendiri. Lama kelamaan pun timbul rasa sayang seperti ibu dengan anak.

Suatu ketika, cerita Nenek Jawo, Ar memeluknya dari belakang. Tak hanya memeluk, kata sang Nenek, Ar kerap kali menggesekkan kemaluannya ke tubuhnya. Sebagai seorang wanita yang masih normal, Nenek Jawo pun muncul nafsu birahinya kepada Ar. Terjadilah hubungan intim di antara keduanya di dalam rumah, saat suaminya berada di ruangan berbeda.

Tak hanya sekali, Nenek Ar mengaku kerap melakukan itu di ruangan berbeda dengan suaminya yang tengah sakit itu. Nenek Jawo mengaku Ar tidak keberatan, bahkan sering dia memberikan uang hingga ponsel senilai Rp2,8 juta, dengan cara pinjam uang dari koperasi.

Nenek Jawo mengaku siap menikahi Ar demi mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia mengaku siap hidup dengan Ar dengan menikah, agar terhindar dari zina.

Kini, Nenek Jawo mendekam di penjara dan menghadapi ancaman pasal 82 ayat 1 tentang pencabulan anak di bawah umur dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here