Setnov Tersangka, Akbar Tandjung: Segera Gelar Munaslub!

0
179
Akbar Tandjung
Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 JAKARTA- Ketua Umum Partai Golkar yang juga Ketua DPR RI Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus e-KTP. Menyikapi hal ini Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung mendesak untuk digelar Munaslub untuk mencari pemimpin Partai Golkar.

Menurut Akbar Tandjung, Golkar harus segera bersikap dan mengambil langkah-langkah strategis ke depan, apalagi dalam mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2019 yang akan datang.

Akbar Tandjung

“Hari ini Setya Novanto sudah ditetapkan jadi tersangka, ya sudah harus diputuskan langkah-langkah yang mendasar yang penting diambil Golkar dalam menghadapi agenda politik 2019,” ujar Akbar kepada wartawan, Senin 17 Juli 2017.

Akbar melanjutkan, langkah strategi yang dimaksud adalah kepemimpinan baru di partai Golkar. Menurutnya, saat ini Partao Golkar membutuhkan kepemimpinan baru, karena saat ini kondisinya sangat kritis dan genting. “Supaya Golkar siap hadapi Pemilu 2019,” ujarnya.

Menurutnya, kepemimpinan baru itu tak boleh hanya sekedar pelaksana tugas. Akan tetapi, kepemimpinan definitif yang sesuai AD/ART dipilih melalui Munas ataupun Munaslub Golkar. “Jika ada kepemimpinan baru yang definitive, ini yang akan memimpin seluruh jajaran partai dari pusat sampai daerah untuk memulihkan Golkar di kondisi kritis menghadapi agenda politik 2018 dan 2019,” urainya.

Diketahui, KPK menetapkan Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka baru kasus e-KTP. Dalam penetapan tersebut, KPK menyatakan Ketua Umum Partai Golkar tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam mengkondisikan peserta lelang e-KTP. Nama Setya Novanto juga beberapa kali disebut saksi-saksi di pengadilan.

Lembaga antirasuah itu telah menetapkan dua mantan pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto, serta pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong. Setnov disebut-sebut dalam dakwaan Irman dan Sugiharto.

Setnov tersangka.

Dalam dakwaan tersebut, Setnov disebut mendapat jatah sebesar 11 persen dari nilai proyek e-KTP sebesar Rp574 miliar. Setya juga disebut-sebut sebagai orang yang mengarahkan perusahaan pemenang proyek senilai Rp5,9 triliun tersebut.

Sejumlah saksi di persidangan juga menyebutkan Setya Novanto sebagai pemegang proyek e-KTP. Diduga dia adalah orang dekat dari pengusaha Andi Narogong.

Tapi, Setnov sebelumnya telah bersumpah bahwa dirinya tidak menerima sepeserpun uang terkait dugaan korupsi e-KTP. Dia juga memastikan Partai Golkar di DPR tak pernah menerima uang Rp150 miliar seperti yang disebut dalam dakwaan, sebagai kompensasi memuluskan proyek e-KTP.


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here