Buktikan Tidak Sakaw, Boni Hargens Umumkan Hasil Tes Urine

0
99
Boni Hargens
Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

DEWAN Pengawas LKBN Antara Boni Hargens tampaknya masih gerah dengan informasi viral yang menyebutkan dirinya sakaw saat live di acara Talkshow TVOne. Walau telah menanggapi, tapi dia merasa perlu untuk membuktikan dengan tes urine.

Pengamat politik Universitas Indonesia itu pun berencana untuk menggelar jumpa pers dari hasil tes urine yang telah dilakukannya pada hari Rabu 12 Juli 2017. Apakah dirinya positif narkoba atau tidak, sebagaimana viral di masyarakat.

Boni Hargens

Dia pun mengundang wartawan, hari Rabu 12 Juli hari ini, sekira pukul 17.00 WIB, di RSPAD Gatot Suebroto Paviliun Kartika, Lantai 5, Kamar 512.

Undangan ini disampaikan rangka MELANSIR HASIL TES URINE yang kami lakukan pagi ini untuk membuktikan tuduhan dari kelompok yang menyebar fitnah dalam rangka meluruskan pelbagai informasi dan persepsi yang berkembang di sosial media terkait kondisi kesehatan saya yang kemudian menjadi viral setelah menjadi narasumber di TV One. Pada kesempatan ini, saya juga akan menyampaikan informasi medis dan tes urine agar informasi yang menyangkut tentang kondisi kesehatan saya tidak lagi dinilai secara tendensius dan sarat tuduhan,” demikian tulis undangan tersebut.

Boni Hargens

Diketahui, Senin 10 Juli lalu, Boni Hargens menghadiri acara talkshow TVOne. Dalam diskusi tersebut wajah Boni Hargens tampak tidak sehat, dan beberapa kali mengusap hidungnya. Hingga akhirnya produser menghentikan acara tersebut.

Boni Hargens dalam pernyataannya kepada media mengaku bahwa dirinya menderita sakit dan masih dalam perawatan di RSPAD Gatot Soebroto. Tapi, karena ada undangan dari TvOne dia pun izin untuk datang. Awalnya dia berencana hanya satu segmen saja. Tapi, pada segmen kedua dia mulai merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya. Lalu, produser menghentikan acara dan Boni Hargens pun segera kembali ke rumah sakit. Boni Hargens menderita sakit Hipokalsemia. Penyakit apakah itu?

APA ITU HIPOKALSEMIA, JENIS PENYAKIT BONI HARGENS?

Hipokalsemia adalah suatu keadaan saat konsentrasi kalsium di dalam serum darah kurang dari 8,8 mgr/dL darah. Tak jarang, hipokalsemia juga disebut sebagai penyakit kadar kalsium darah rendah.

Rendanya kadar kalsium dalam darah dapat terjadi karena beberapa sebab, di antaranya kurangnya magnesium, hipoparatiroidisme, ataupun gagal ginjal. Kurangnya kadar magnesium dapat menyebabkan menurunnya kadar hormon paratiroid. Turunnya kadar hormon paratiroid dapat disebabkan oleh hipotiroidisme yang merupakan gejala menurunnya sintesis dan sekresi hormon paratiroid dari kelenjar paratiroid.

Dua hal tersebut bisa sebabkan penyakit hipokalsemia. Pasalnya, kelenjar paratiroid berfungsi guna mengontrol kalsium dalam darah agar tubuh berada dalam tingkat normal, sebagaimana disitat dari Medicastore.

Sementara, gagal ginjal dapat menurunkan kadar kalsium dalam darah, hal itu memengaruhi kadar vitamin D dalam tubuh. Sebagaimana yang diketahui, salah satu fungsi ginjal adalah memproduksi zat sejenis vitamin D yang berperan untuk menjaga kesehatan tulang.

Kondisi kadar kalsium dalam darah yang rendah atau hipokalsemia dapat terjadi karena vitamin D seyogyanya berfungsi untuk mempertahankan konsentrasi kalsium dan fosfor serum dalam kisaran normal dengan meningkatkan efisiensi usus halus untuk menyerap mineral-mineral tersebut dari makanan.

Diagnonis dan Gejala

Konsentrasi kalsium dalam darah yang tidak normal dapat diketahui saat pemeriksaan darah secara rutin. Oleh sebab itu, hipokalsemia sering kali dapat terdeteksi sebelum gejala-gejalanya muncul.

Kondisi hipokalsemia bisa tidak menunjukkan gejala tertentu dan begitu saja telah terjadi. Namun seiring berjalannya waktu, ia dapat memengaruhi otak sehingga dapat menyebabkan beberapa gejala seperti kebingungan, gangguan daya ingat, penurunan kesadaran, depresi, hingga halusinasi.

Gejala lainnya terkait kekurangan kalsium dalam darah ini adalah timbulnya kram, nyeri otot dan perasaan kesemutan yang sering kali terasa di sekitar mulut, bibir, lidah, jari-jari tangan ataupun kaki.

Pada kasus tertentu hipokalsemia dapat menyebabkan kontraksi yang muncul secara tiba-tiba dan tanpa sadar pada otot tenggorokan sehingga menyebabkan sulit bernapas, hingga tetani atau kejang otot keseluruhan.

Pencegahan dan Pengobatan

Upaya mencegah hipokalsemia adalah dengan menjaga asupan kalsium ke dalam tubuh tetap tercukupi. Selain itu, perlu pula dilakukan upaya menjaga kesehatan ginjal dengan cara mengatur pola makan, mengontrol tekanan darah dan berat badan, rajin berolahraga serta rajin minum air putih.

Jika kondisi rendahnya kadar kalsium dalam darah telah telanjur terjadi, cara mengatasinya pun sama, yakni dengan memberikan kalsium tambahan ke dalam tubuh melalui oral (diminum) ataupun suntikan. Selain itu, dapat pula diberikan tambahan vitamin D ke dalam tubuh untuk meningkatkan penyerapan kalsium di dalam saluran pencernaan.

Namun begitu, pengobatan sumber penyebab hipokalsemia sendiri adalah tergantung pada penyebabnya, apakah kekurangan magnesium, hipoparatiroidisme, ataupun gagal ginjal.

Jika penyebabnya adalah karena mengonsumsi obat-obatan tertentu, cara mengatasinya tentu saja adalah dengan menghentikan konsumsi obat-obatan tersebut.


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here